Falsafah keadaan

Ada satu falsafah keadaan yang teramat jarang sekali kita sadari dalam kehidupan ini. Dalam keadaan hidup ini dinamakan nyata atau ada karena sesuatu itu mempunyai pekerjaan (working), kekuatan (kracht), dan menjadi sebab (causa) adanya lain kenyataan atau keadaan.

Kenyataan atau keadaan tersebut terbagi dalam 2 jenis;

 

  • Emphiris Realitation, Kenyataan yang dapat disaksikan dengan panca indera.   Contoh: Meja, kursi, gajah , gunung, manusia, bintang, dlsb.
  • Methaphysic Realitation, Kenyataan yang ada di luar panca indera.  Yaitu roh, energi, dan Tuhan.

.

Ujung Gedung

Meja sebagai keadaan yang terlihat (emphiris) mempunyai pekerjaan sebagai alat untuk menempatkan lain-lain kenyataan, mempunyai kekuatan menolak lain-lain kenyataan menempati ruangan yang ditempati, dan menjadi sebab adanya lain kenyataan. Misalnya meja menjadi sebab adanya kursi atau kain meja, dan lain sebagainya.

Sedang kenyataan yang tak terlihat (metaphysic) mempunyai pekerjaan, kekuatan, dan menjadi sebab adanya lain keadaan. Misalnya pikiran, selain berpikir juga mempunyai kekuatan untuk menggerakkan tubuh dan menjadi sebab adanya lain kenyataan, ialah hasil pikiran yang merupakan kebudayaan.

Tuhan adalah Maha Roh dan nyata yang metaphysic serta mutlak. Pekerjaannya adalah Pencipta segala yang ada. Tuhan adalah energi semata dan dinamakan Actus Purus.

Oleh karenanya pulalah Tiada kekuatan pun tenaga tanpa pertolongan Tuhan (La khaula Wa la Quwata Illah billah).

Tuhan menjadi sebab pertama dari segala keadaan . Terbukti bahwa keadaan yang metaphysic lebih kuat dapat menentang semua tenaga pembinasa dari kenyataan yang terlihat (emphiric).

Meja, kursi, rumah, gunung, bintang-bintang dapat hilang musnah oleh tenaga-tenaga lain didalam alam. Tetapi pikiran yang tak terlihat, tidak dapat diukur atau di timbang, tidak dapat dimusnahkan dengan cara apapun bahkan bisa menjadi semakin besar.

Pikiran kita apabila di tentang atau dicoba untuk dibinasakan maka justru pikiran kita itu bakal menangkis serangan-serangannya,yang pada akhirnya dinamakan polemik atau perdebatan, baik lisan atau tulisan.  [uth]

________________

Falsafah keadaan



Berbagi adalah Peduli...