Kenaikan, mi’raj, dan bangkit demi kebersamaan sebuah perbedaan

Hari ini tigabelas May 2010 – hari yang ditulis dengan keterangan “Kenaikan Isa Al Masih” pada kalendar merupakan hari libur nasional yang ditandai dengan warna merah pada kalendar tahunan yang kita pajang pada dinding atau meja  di kamar kita.

Untuk yang kesekian kalinya saya mencoba bertanya pada Om Wiki, kali ini saya mendapatkan jawaban mengenai Kenaikan Isa Al Masih atau dengan kata lugas yang saya temukan sebagai “Kenaikan Yesus Kristus”. Tanpa menambah dan mengurangi Pemaparan Om Wiki mengenai Kenaikan Yesus Kristus adalah:

  • Mikraj Isa Almasih adalah nama alternatif untuk hari raya umat Kristen, Kenaikan Yesus Kristus atau kadangkala juga disebut Kenaikan Isa Almasih. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Paskah.
  • Kisah ini ditemukan dalam Kisah Para Rasul 1:4-12. Setelah hari Paskah (kebangkitan Yesus dari kematian), para murid Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang telah runtuh (Kisah 1:6).
  • Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada murid-muridnya: “… kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (ay. 8). Dan sesudah meninggalkan pesan itu, Kisah Para Rasul melukiskan Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah diberikan Yesus kepada mereka. Mereka menunggu sepuluh hari lagi di Yerusalem hingga datangnya hari Pentakosta, kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh dunia.

Dengan tanpa maksud untuk memperbandingkan satu keyakinan yang berbeda, ijinkan saya mengupas sedikit mengenai hal yang saling bersinggungan namun tidak bertabrakan dalam kita menjalankan keyaqinan masing-masing.

Mengutip tentang perayaan berpindah pada waktu 40 hari setelah Paskah (Wafatnya Isa Al Masih) tersebut terbesit dalam benak saya mengenai peringatan Isra’ Mi’raj yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam keadaan yang sama sedihnya, yaitu tatkala beliau barusaja ditinggal orang-orang terdekat yang mengasihinya maka Tuhan Allah pun (menurut saya) berkehendak untuk menghiburnya yaitu dengan mengajak beliau melakukan perjalanan ajaib dari Masjidil Haram (mekah)ke Masjidil Aqsa (Palestina) dan selanjutnya juga menuju langit untuk bertemu dengan sang Tuhan – Allah SWT.

Saya sebut ajaib karena perjalanan itu hanya ditempuh dalam waktu yang sekejap, namun dengan waktu yang sekejap itu ternyata telah mampu membawa pesan yang sungguh sangat bermakna bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah perintahNYA untuk beribadah.    Dan tak dapat kita pungkiri dengan keadaan yang seperti itu, baik itu mengenai Kenaikan Isa Al Masih ataupun Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad kita umat manusia ini pada kenyataannya telah mendapatkan bekalNYA.

Menengok keadaan dan waktu yang ada, sepertinya tak salah kalau saya saat ini pun juga pingin melihat waktu seminggu kedepan, yaitu saat Bulan May ini menginjak pada angka duapuluh. Hari ke-20 pada tiap bulan kelima tiap tahunnya, sedari awal telah saya ketahui  adalah hari yang digunakan sebagai hari untuk memperingati “Kebangkitan Nasional”.

Sehubungan dengan keadaan yang saya tulis sebelumnya, adalah hal yang tepat apabila kita juga bisa menengok tentang semangat yang dicontohkan baik itu oleh Isa Al Masih ataupun oleh Nabi Muhammad. Yaitu tak terlalu larut dengan keadaan sedih yang dialami sebelumnya, akan selalu cepat bangkit dan tak meupakan pertolongan serta bantuan yang bakal diberikan oleh Allah SWT – Yesus Kristus – Tuhan Yang Maha Esa.

Berlaku baik dengan sesama ciptaanNYA apapun jenisnya tanpa harus memaksakan kehendak demi persamaan. Alangkah indahnya tatkala hidup ini mampu memancarkan berwarna-warni kerlap dan kerlip sinarNYA, saling melengkapi demi tercapainya nada dan birama. Karena yang musti kita sadari adalah bahwa kita ini tercipta pun tak pernah menjadi sama dan serupa, justru itulah penunjukan akan kemampuan DIA dalam memaparkan KhasanahNYA.

Selalu bangkit “anggone ngupaya” (dalam berusaha), bukankah kesejatian hidup ini adalah selalu berputar serta tak bisa berhenti…?

Mula aja sira leren-leren anggone golek laku kang becik (slamet), dalane seneng lan slamet supaya bisa kelakon sing digayuh. Kalis saka tindak sing ora bener. Sing sregep prihatin.    ( serat Sabdajati – megatruh )

( translet: Maka janganlah dirimu berhenti mencari jalan yang benar (selamat), jalan senang dan selamat agar bisa terlaksana dan mampu di raih. Terhindar dari perilaku tak benar. Ya musti rajin lelaku – Ibadah (prihatin).

Semoga bermanfaat..! (setidaknya untuk diri saya sendiri) [uth]

________________________________________________________________

Illustrasi Kenaikan, mi’raj, dan bangkit  di ambil   dari dari sini



Berbagi adalah Peduli...