Basa prokem Jogja dan Semarang dengan aksara hanacaraka

Journal tentang basa prokem Jogja dan Semarang ini adalah lanjutan dari review dari sini (satpol bubu)

“modhe mago ngamu pudhing yudho jolo..?”


Mungkin banyak dari temen-temen saat mendengar kalimat diatas tak begitu mengerti apa maksudnya. Ya, setidaknya itulah kalimat yang sempet diucapkan oleh mBak Vina, yang menurut informasi beliau lahir di seputaran Pekuncen, namun setelah itu tumbuh dan besar di wilayah Semarang Jawa Tengah. Beliau saat ini memang tinggal dan hidup di Korea bersama Mas Agus, suami tercinta dan juga Keiva n Keyla, dua buah hatinya.

Apabila ada dari temen-temenku semua yang fasih menggunakan Bahasa Korea, namun saya menjamin kalimat diatas tak bakalan bisa ditemui pada Kamus Korea – Indonesia ataupun Indonesia – Korea.

Pertama kali mendengar mBak Vina ini mengucap kata-kata itu   saya juga terheran-heran, lha nagaimana tidak, Kalau kita tahu mengenai keberhasilan akan profesi beliau ini sungguh sama sekali saya tak menyangka bakalan kenal Baahasa yang kebanyakan digunakan oleh anak anak jalanan. hihihi, mangap ya mBak Vinnn….! Pisss… <IipSmiley/><IipSmiley/><IipSmiley/>


Arti kalimat diatas adalah “kowe karo aku luwih tuwa sapa..?” (kamu ama saya tua’an siapa..?)

 

Ini adalah bahasa yang sebatas pengetahuan saya awalnya digunakan oleh para gembel dan reman-reman Semarang, namun seiring dengan perjalanan waktu justru malah semakin ngetren dipakai oleh anak-anak muda Semarang sebagai ciri khas sebagaimana bahasa prokemnya ‘dagadu’ Jogja.

Otre, tak usah panjang kali lebar penasaran ama mBak Vina itu maka kali ini saya pun mau coba share lebih lanjut mengenai Rumus penggunaan bahasa prokemnya anak-anak Semarang dan juga Jogja ini.

Syaratnya tentu harus tahu Bahasa Jawa dan juga ngerti aksara Jawa. Setelah itu mari kita lihat thread berikut ini…


Basa prokem Semarang

Jika kita melihat ilustrasi diatas, untuk Bahasa Prokem Semarang akan menggunakan Rumus Menyilangpada aksara Jawanya

.

Prokem Semarangan

  • Baris Pertama (hanacaraka) menuju baris ke-empat (magabathanga)
  • Baris kedua (datasawala) beralih ke baris ke-tiga (padhajayanya)
  • Huruf pertama (HA) pada baris pertama berubah ke huruf terakhir baris keempat (NGA)
  • Huruf kedua pada baris kedua  (TA) beralih ke baris ketiga huruf ke empat (YA)

.

Basa prokem Jogja

Sebenarnya untuk Bahasa prokemnya Jogja lebih mudah jika dibandingkan dengan Semarang, karena hanya butuh pergeseran baris tanpa memikirkan huruf. Jadi tak berlaku Rumus Menyilang, yang ada hanya sejajar, cuma memang agak berbeda pergeserannya…

.

Aksara Murda

  • Baris Pertama (hanacaraka) menuju baris ketiga (padhajayanya)
  • Baris kedua (datasawala) beralih ke baris ke empat (magabathanga)
  • Huruf pertama pada baris pertama (HA) tetap pada huruf pertama baris ketiga (PA)
  • Huruf kedua pada baris kedua  (TA) beralih ke huruf kedua juga baris ke-empat (GA)


Nah silahkan Cermati…!

So kalau sudah berarti kalimat prokem Semarangan ala mBak Vina diatas, yang berbunyi “modhe mago ngamu pudhing yudho jolo…?” bisa di ganti prokem ala Jogja dengan “nyothe nyayo panyu gutha bama..?


==>To mBak Vina: Sonyole tene paha comohe rewe…? bwehehehehe...<IipSmiley/><IipSmiley/><IipSmiley/><IipSmiley/><IipSmiley/>

Pada hing poiya mbak…? dasuny……
Ngatha lip ngotha mBak…? kacomm….. hihi


_________________________________________________________________________________________________________________
Gambar  dari tempate Kang Kandar-BornJavanese saya pasang sebagai ilustrasi pada  basa prokem Jogja dan Semarang ini 


Berbagi adalah Peduli...