deras hujan yang turun
mengingatkanku pada dirimu
aku masih disini untuk setia
selang waktu berganti
aku tak tahu engkau dimana
tapi aku mencoba untuk setia
sesaat malam datang
menjemput kesendirianku
dan bila pagi datang
kutahu kau tak disampingku
aku masih disini untuk setia
silahkan ceklik playlist untuk mendengarkan lagu setia ini..!
.
Satu tembang Lagu setia by Jikustik kali ini benar-benar mengiringi lamunanku saat hujan.
Lagu yang dulu setiap hari waktu dikampung selalu saya lantunkan, sampai-sampai Eddy, teman saya hapal banget tatkala saya memegang setang gitar langsung didendangkannya syair-syair tersebut (hallo Edhettt…! How have you beenn….?).
Begitu mendengar baris demi baris dari syair itu, tadi merasa haru. Tak lagi saya harus berpikir kalau lagu ini hanya cocok jika kita terapkan pada satu kehidupan cinta anak manusia antara laki-laki dan perempuan.
Namun sungguh hampir saja keluar linangan air mata ini tatkala itu saya sadari mengingatkanku tentang hubunganku sebagai anak manusia dengan keberadaan sang pencipta anak manusia ini, ya dialah Tuhanku….
Sudah semestinya kesetiaanku itu juga berlaku buat Tuhanku, Tuhan yang sewajibnya aku cinta dan sayangi.
Di dunia ini Tuhan telah memberikan apa saja yang tentu berguna demi pembelajaran kita. Tak terkecuali kata-kata indah yang mampu dirangkai.
Donya menika injih margi kagem sangu dados suwargi, kedah dipun ambah kagem jangkeping lampah.
Bahwa dunia ini adalah jalan menuju kematian (suwargi), maka musti dijalani demi sempurnanya langkah hidup ini.
Maaf sepertinya cukup berhenti disini dulu, semoga kita semua bisa mencernanya tanpa harus saya mencoretkannya. Belum kuasa ku tuk melanjutkannya…..!
[uth]
Ilustrasi Lagu setia saya ambil DARI SINI
Berbagi adalah Peduli...




























