iseng mempelajari tahi [kebohongan - kejujuran]

Sedari pagi saya OnLine diteras depan rumah (kos), dan karena udara terasa agak gerah baru saja saya beralih dibawah pohon Jeruk bali depan rumah, rebahan diatas bale. Saat saya turun  dari bale dan berniat mengambil air minum kok ya ada-ada saja, belum sempet menginjakkan kaki dilantai  tuk mencari sandal, kok ya ndilalah kaki dah nginjek tai ayam duluan. Duuuuh, ya dadi mambu mbelek ta sikilku iki….ndlongop..<IipSmiley>

Mulai iseng dan nggak jelas berbicara perihal tai yukkk…..! hihihi…<IipSmiley><IipSmiley>
Entah itu ujud tai hasil kotoran binatang ataupun kotoran kita manusia ini semuanya memiliki bau khan…?  Berikut saya copy  definisi tai menurut Om Wiki(pedia),

  • Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi adalah produk buangan  saluran pencernaan hewan  yang dikeluarkan melalui anus atau kloaka. Pada manusia, proses pembuangan kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap satu atau dua hari hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekwensibuang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekwensi buang air besar disebut dengan diare atau mencret.Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas  bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja. Terdapat juga beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau tinja.

Membaca keterangan dari Om Wiki tersebut jelas sudah apabila tai itu adalah sebuah benda  yang kotor dan bau. Dari sini dapat kita ambil pelajaran tentang hidup ini, bahwa sesuatu yang kotor itu di sembunyikan dimana saja pada hakikatnya ya tetap beraroma tak sedap. Bahkan ada kalanya sebuah kekotoran itu bakalan terkuak karena bau busuk itu bakalan menjalar melalui oksigen yang kita hirup ini.

Senada dengan kebohongan, mungkin kita (saya) harus bisa lebih mendalami ilmu tahi ini. Hendaknya kita berpikir dua kali untuk menanggung resiko atas terkuaknya kebohongan yang akan kita lakukan, bagaimmana caranya agar bohong itu mampu tertutupi, apakah saya harus menggali tanah pada tempat paling sepi yang bakalan saya fungsikan sebagai jamban tempat menampung kebohongan saya ini, ataukah saya akan membangun toilet beserta jambannya dan diatas jamban tersebut dibangun sebuah taman sementara toiletnya musti kita rawat dan kita jaga tentu dengan aroma wewangian.

Berlanjut pada aroma wewangian yang biasanya kita tahu berasal dari bunga atau sering juga disebut kembang. Bahwa aroma wangi itu bakalan kita dapat dari sumber yang bernama kembang. Memang ada kembang yang aromanya tak wangi, sebagai contoh kembang (bunga) bangkai. Namun bukankah dengan ketidakwangian itu sehelai bunga bangkai juga tetep ditunggu oleh para penggemarnya…?

Hubungan perbandingan antara tahi dan kembang ini sebenarnya sudah sempet saya dapat sedari kecil, ada sebuah wejangan simbah saya dulu bahwa “Di umpetna kaya ngapa nek sing jeneng kembang kuwi ya bakalan mambu, apamaneh kang awujud tahi. Mung bedane yen kembang kuwi bakalan mambu wangi, dene tahi ambune ra ngenaki..!”

Translete: “Disembunyikan seperti apa kalau yang namanya kembang itu ya bakalan ketahuan baunya, apalagi yang berwujud tai. Hanya bedanya kalau kembang itu bakalan berbau wangi, sementara tahi baunya ya nggak ngenakin”

Satu kalimat petuah ini bukan tanpa dasar tatkala kita bisa medhar (memahami dan menyingkap rahasianya). Diatas telah dikemukakan tentang arti dari kata tai. Sementara sebuah kembang mungkin tanpa saya harus memaparkan disini, yakin semua temen-temen tercintaku lebih mampu memahaminya.
Kita tercipta bukankah ada banyak pilihan dala hidup ini yang musti kita jalani, secara garis besar mungkin pilihan itu saling berpasangan, antara baik dan buruk, antara hitam dan putih, antara bau wangi dan bau busuk, dan lain sebagainya.

Memang bukan satu hukum haram kok apabila kita pun bersikap abstain, netral, atau tidak memilih.

Wis ahh…. Membahas tahi saja kok ku ya malah jadi serius gini sihh, maafkan daku temen-temen…! <IipSmiley>
Hanya saja saya berharap semoga kita (saya) bisa memilah dan memilih dalam melakukan tindakan menyangkut hal-hal yang bisa kita pertimbangkan dengan  tai yang berbau busuk dan bunga yang berbau wangi. Kebohongan bakalan berbau busuk, Kejujuran bakalan berbau wangi. [uth]



Berbagi adalah Peduli...