Pamedhare wasitaning ati, Cumantaka aniru Pujangga
dahat mudha ing batine, nanging kedah ginunggung
datan wruh yen akeh ngesemi, ameksa angrumpaka
basa kang kalantur, tutur kang katula-tula
tinalaten rinuruh kalawan ririh, mrih padhanging sasmita
(dhandhanggula-1)
Teringat kembali satu bait dari tembang dhandhanggula diatas saat kemarin sore saya sempetin melihat acara ‘Golden Ways’ nya Metro TV… Acara tentang motivasi yang dipandu oleh Mario Teguh.
Sebenarnya sudah sejak lama saya suka dengan satu motivator ini selain Tung Desem .W atau Y. Surya. Bahkan jauh hari sebelum nongol pada acara tersebut, sebelumnya sering banget tiap Minggu siang saya jadwalkan untuk selalu bisa menyimaknya di O’Channel-TV…..
Lalu perhatikan apa yang terjadi…
(Mario Teguh)
Tema yang dibawakan adalah ‘Tamba ati’…Beliau mengatakan bahwa dalam menjalani hidup ini seyogyangya kita semua memahami “Manajemen yang disetujui Tuhan”. ‘Bahwa Tuhan akan senang sekali apabila umatNYA selalu berusaha untuk berbuat baik terhadap sesamanya’. Hidup memang memerlukan biaya, namun dengan keikhlasan memberi maka Tuhan pun tak segan melimpahkan barokahNYA sebagai ganti. Bukankah kita sebagai manusia juga terlahir dengan tanpa membawa apa-apa…?
Rasa Ikhlas timbulnya adalah dari hati bukan dari pikiran.”Pawedare Wasitaning ati” atau ‘Terbukanya pintu hati” telah menerangkan kepada kita semua bahwa hati ini adalah bagian dari suara Qalbu yang tak pernah bohong, sementara yang bisa bohong tak lain dan tak bukan adalah ‘Pikiran’ kita. Sebagaimana bayi yang baru lahir belum terbentuk secara sempurna dalam pemikirannya, maka bayipun tak mampu tuk berpura-pura ataupun bersandiwara. Suara tangis bayi ya apa adanya…
Dari sini berharap kita semua mampu menerapkan manfaat dalam belajar dan mempelajari hidup sehari-hari. Bahwa dalam mengambil keputusan pada satu tindakan hidup ini semoga kita senantiasa lebih bisa mendengarkan ‘suara hati’ daripada ‘jalan pemikiran’.
Memang dalam menjalani hidup ini sudah sangat banyak yang mesti kita hadapi. Namun itu semua sebenarnya tak lain adalah akibat dari tindakan kita juga yang “ameksa angrumpaka” – terlalu memaksakan diri dalam bertindak/berusaha.
Kuncinya adalah sabar “Tinalaten rinuruh kalawan ririh mrih padhanging sasmita”. Walau banyak yang harus dihadapi namun kesabaran adalah hal yang tak boleh ditinggalkan. Tetap berusaha terus menikmati proses adalah jalan yang terbaik. Biarkan air mengalir karena semua akan indah pada waktunya, Dan selalu inklhas dalam penerimaan dariNYA karena Tuhan beri apa yang kita minta bukan apa yang kita butuhkan.
Berharap kita semua (terutama diri saya) bisa menerapkan satu God Approval Management ini dalam menjalani kehidupan.
Semogaaaaaa…… [uth]
Berbagi adalah Peduli...




























