silahkan ceklik playlist untuk mendengarkan lagunya
Dengan Kereta Malam
ku Pulang Sendiri
Mengikuti Rasa Rindu
Pada Kampung Halamanku
Pada Ayah Yang Menunggu
Pada Ibu Yang Mengasihiku
Duduk Dihadapanku Seorang Ibu
Dengan Wajah Sendu
Sendu Kelabu
Penuh Rasa Haru Ia Menatapku
Penuh Rasa Haru Ia Menatapku
Seakan Ingin Memeluk Diriku
Ia Lalu Bercerita Tentang
Anak Gadisnya Yang Telah Tiada
Karena Sakit dan Tak Terobati
Yang Wajahnya Mirip Denganku
perjalanan – Franky & Jane
Malam menjelang pagi sepertinya ada kebimbangan dalam hati, tak begitu jelas yang terlintas dari benak menuju otak. Hingga semua itu membuat diri merasa terpanggil untuk mencoba merenungi sejenak.
Banyak hal berseliweran, ada yang lumayan bisa membuat tawa, tak sedikit pula yang musti dipahami dengan menyediakan ruang sedit nestapa.
Entah ini satu kebetulan atau memang satu kesengajaan, sekilas teringat juga pada satu masa, yaitu hari ini satu tahun yang lalu, ketika seorang Ibu yang telah melahirkanku jatuh pada satu keadaan yang kita semua tak pernah menyangka serta tahu sebelumnya. Dan meskipun dengan keadaan demikian ternyata masih banyak makna yang disediakan olehNYA dari sana, sebuah ingatan akan arti persahabatan bahwa “kanca iku donga“.
Tatkala kita berbicara tentang makhluk yang bernama Ibu sepetinya memang tak bakalan ada habisnya penggambaran yang patut kita sematkan buatnya. Seolah-olah semua yang ada didunia ini tak cukup mewakili baik itu tindak dan tanduk, bahkan icip dan ucap dari seorang Ibu itu. Sebagaimana saya kutip dari tulisannya Mas Luqman berikut ini sebagai quote yaitu tentang gambaran perbincangan Tuhan dengan Malaikat saat menciptakan Ibu
Penasaran dengan model makhluk yang sedang diciptakan bernama IBU itu, malaikat ingin menyentuhnya.
“Boleh saya pegang, Tuhan?” Tanya malaikat takut-takut.
“Silahkan saja.” Jawab Tuhan.
“Ooo… terlalu lunak! Bagaimana ia bisa berdiri nanti?” Komentar malaikat.
“Tapi ia kuat!” Kata Tuhan bersemangat. “Tak akan pernah bisa dibayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, ia pikul, dan ia derita setiap waktunya.”
“Tapi, apakah ia dapat berpikir?” Tanya malaikat lagi.
“Ia bukan hanya bisa berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide, dan berkompromi.” Jawab Tuhan melengkapi.
Ketika malaikat menyentuh pipi, ia merasakan sesuatu di sana. Ada air yang tergenang…
Malaikat pun berkata, “Ada yang bocor di sini Tuhan!”
“Itu bukan kebocoran.” Sanggah Tuhan. “Itu adalah air mata. Kesenangan, kesedihan, kebahagiaan, kepedihan, kebanggaan, kekecewaan, kesakitan, kesepian, dan kerinduan… Semuanya mengalir dari sini.”
“Aaaaahhh… Tuhan memang ahlinya.” kata malaikat lirih.…
Usai membaca kembali sebuah paparan diatas, ternyata ada satu hal yang dapat kita renungi kembali yaitu mengenai satu pertalian yang berhubungan erat antara tangan Tuhan dan kaki Ibu, keduanya berkaitan tentang surga.
Mustinya dari sini hal yang sewajarnya harus kita peroleh adalah tentang pemahaman bahwa yang namanya surga itu mungkin tak boleh hanya berhenti pada satu pemahaman sebagai tempat saja. Sebagaimana kita juga tak pernah tahu dibagian kaki sebelah mana terdapat surga itu, padahal kita juga tak pernah meributkan satu kalimat menyangkut surga yaitu bahwa “Surga berada ditelapak kaki Ibu”
Mungkin dari sini yang bisa kita tarik sebagai pemahaman sebuah makna tak lain adalah satu kepemilikan SurgaNYA, yang surga itu juga dimiliki oleh seorang Ibu karena tergenggam pada telapak kaki. (baca: surga berada ditelapak kaki Ibu)
Dapat digambarkan juga mengenai hal lainnya,
Tak dapat kita pungkiri bahwa yang merawat kita hingga dewasa bahkan tua ini bukan siapa-siapa melainkan sosok seorang Ibu. Pada saat mengasuh kita, dulu kita kecil ini hanya bisa menangis, namun pada saat itu Ibu selalu setia menggendong kita. Begitu juga pada saat kita tersenyum, dengan senang hati ibu pun tetap menggendong kita. Jadi, tak peduli dalam keadaan tersenyum ataupun menangis, senyum mengembang selalu tersemai sebagai sambutan dari dalam bibir dan mulut yang disediakan oleh seorang ibu.
Sepertinya teramat banyak pelajaran yang mampu kita serap mengenai arti sebuah senyuman. Dan semoga bukan satu hal yang berlebihan jika saya katakan senyum ibu pun dikatakan sebagai wakil dari senyuman Tuhan. [uth]
Berbagi adalah Peduli...

Penasaran dengan model makhluk yang sedang diciptakan bernama IBU itu, malaikat ingin menyentuhnya.




























