Bawang merah ajarkan aku bahagia

Semalem merenung mencari hal yang ajarkan aku bahagia,  mencoba memahami tentang apa-apa yang sudah saya alami, setidaknya untuk mengenang sebuah hari pemunculan pertamaku didunia ini.

Muncul menghirup udara dunia yang terwujudkan sebagai sesosok bayi anak manusia tanpa embel-embel baik itu sebuah nama ataupun agama. Pun tanpa bisa berbuat sesuatu selain hanya mengumbar tangis belum tercipta tawa.

Jarang sekali kita (saya) menyadari arti dari sebuah tangis, karena tidak munafik yang selalu kita senangi adalah sebuah canda dan tawa. Namun tak dapat dipungkiri ternyata irama tangis selalu mengikuti sedari awal kita muncul sebagai manusia hingga menuju akhir hayat yang dikonotasikan sebagai pemisahan antara Ragawi dan Ruh Illahi.

Kebetulan sekali tadi pagi menemani simbok (Ibuk) sewaktu memasak sayur didapur. Sambil ngobrol dan berbagi, secara berbarengan lumayan tadi mendapat satu pelajaran kecil lagi. Pelajaran yang materi sebenarnya sungguh telah kita lihat dalam keseharian hidup ini. Sebentuk materi tersebut terbentuk dari sebuah bumbu masak berujud brambang a.k.a bawang merah.

.

Bawang Merah

Setelah sharing dengan simbok ada satu ucapan yang mestinya selalu ku ingat dari dulu,

“Lee.. Dadi menungsa iku diwajibake duwe karep ananging aja awakmu kakehan pengarep-arep..!”. Nakk…  Jadi manusia itu diwajibkan selalu mempunyai harapan, akan tetapi jangan kamu kebanyakan sebuah pengharapan.

Selanjutnya simbok memberikan contoh tentang bawang merah.

Dapat dianalogikan sebuah bawang merah itu terbentuk hanya dari berlapis-lapis kulit. Bahan tersebut musti kita kupas kulit luarnya dulu pada saat  akan kita gunakan. Kita buang kulit yang sudah menjadi kering guna kita ambil bagian kulit pada bagian dalam yang layak konsumsi berujud berlapis-lapis tadi.

Begitu juga hidup dan kehidupan ini, ada hal-hal pada bagian terluar dalam diri kita sudah semestinya juga kita buang, kita masih berharap untuk dapat memanfaatkan kulit dalamnya namun jangan pernah menjamin kulit selanjutnya langsung mampu dimanfaatkan. Disinilah letak dari sebuah pemaknaan tentang pengharapan, bahwa ada hal-hal yang menurut pandangan kita sudah layak kita konsumsi namun kenyataannya hal itu belum menjadi jaminan, harapan awal kita bakal termentahkan dari sini.

Sebagaimana sebuah bawang merah, dalam hidup banyak lapisan hal yang musti kita kupas dan kuliti guna menemukan arti sejati  tentang kesejatian rasa. Kita kupas dari kulit terluar menuju bagian dalam, lebih dalam langi, berlanjut terus kebagian akhir paling dalam, maka yang ada dipaling akhir itu hamyalah habis tak tersisa alias kosong. Bukankah kosong adalah sebuah ketiadaan…?

Manusia jika telah tiada biasanya hanya menyisakan tetes air mata  pada orang-orang disekitarnya. Sama halnya dengan bawang merah yang telah habis terkelupas, dia bakalan memberikan efek air mata juga bagi orang-orang yang telah memanfaatkannya.

Pertanyaannya,

sudahkah kita (saya) kini memberi manfaat bagi orang lain…? Ataukah kita hanya menjadi subyek yang mengupas bawang merah tersebut..? Subyek yang cuma mencari dan mengharap sebuah bahan layak konsumsi…?

Bercermin dari analogi sepele ini semoga kita (saya)  tetap mampu  mengucap terimakasih serta berusaha berkonsentrasi pada masa yang sedang dijalani. Yaitu masa sekarang, Masa yang juga disebut as a present. Bukankah  present same as a price, sama dengan hadiah….?

Temans, Terimakasih untuk hadiah  dan ucapan kekiniannya. [uth]

***
“When you are present, you can allow the mind to be as it is without getting entangled in it. The mind in itself is a wonderful tool.
Dysfunction sets in when you seek your self in it and mistake it for who you are.”

“Life is now. There was never a time when your life was not now, nor will there ever be”
“Nothing ever happened in the past; it happened in the Now. Nothing will ever happen in the future; it will happen in the Now”
“The quality of your consciousness at this moment is what shapes the future — which, of course, can only be experienced as the Now”
( The Power of NOW – Eckhart Tolle )
***


silahkan ceklik playlist untuk mendengarkan lagu “berhenti berharap”

______________________________________________________

Ilustarsi ajarkan aku bahagia adalah  bawang merah dari sini



Berbagi adalah Peduli...