Teringat kata madhang ini adalah berawal dari baca obrolan teman-teman. Maka berikut saya coba mendefinisikan kata makan menurut bahasa Jawa semoga bisa menambah kosakata buat temen-temen semuanya.
- Madhang, ada yang mengartikan madhang dari kata dasar (ater-ater) ‘padhang‘ yang artinya adalah terang. Madhang bisa diartikan dengan makan yang setelahnya akan menyebabkan pengelihatan mata ini jadi padhang (terang). Dipakai sebagai bahasa sehari-hari (ngoko)
- Mangan, berasal dari kata ‘mengo‘ yang artinya adalah ‘terbuka’. Mangan adalah membuka mulut untuk dimasuki makanan. Pemakainnya adalah dalam bahasa pergaulan keseharian juga. (ngoko)
- Dalad, sebenarnya artinya adalah ‘mangan’ juga. Bahasa ini dikenal oleh mereka yang sering menggunakan Bahasa Prokemnya orang Jogja...Seperti dalam menyebut Dagadu yang berarti Matamu, atau kata Dab sama dengan Mas. Dipraktekan sebagai bahasa ‘Japemethe‘ (cahe dhewe / temen sendiri)
- Dahar, awalnya simbah saya pernah bilang kalau pingin banyak mendapatkan nilai bagus disekolah atau laris dagangannya bisa terjual habis, mendapatkan rejeki banyak maka sering-seringlah kita melaksanakan Sholat Duha dipagi hari. Nah dari sini kata dahar itu berasal, yang didefinisikan sebagai hasil menikmati rejeki dari yang maha Memberi. Karena itu pula maka kata dahar dipakai sebagai bahasa yang “halus” ditujukan kepada orang yang kita hormati atau lebih tua. (Kromo Inggil)
- Nedho, Dari kata nentremke dhadha. Maksudnya adalah bahwa didalam dada itu ada bermacam alat – alat yang berfungsi menjaga kelangsungan hidup. Ada perut, ada hati, ada jantung, ada usus, ginjal, dan lain sebagainya. Mereka semua butuh tenaga, untuk itu supaya isi dada bisa tenteram maka perlu di isi. ‘Nedho’ – Menentramkan dada, digunakan untuk bahasa halus sesama satu strata (Krama alus)
- Nguntal, bisa juga didefinisikan sebagai makan obat dengan bantuan air minum sehingga nggak perlu dikunyah alias ditelen bulat-bulat.
- Ngganyang, memakan sesuatu dengan tidak dimasak dahulu ( mentah), misalnya ikan mentah , atau bisa juga buah mentah
- Nggaglak
- Mbadhog
- Nyiak
- Nyekek, Ketiga kata ini di kategorikan sebagai bahasa yang kasar bahkan sangat kasar. Dan untuk sejarah bahasa tersebut sayang sekali saya secara pribadi belum pernah dengar ceritanya. Mungkin karena orang tua dulu nggak mau mengajarkan hal yang tidak baik kepada anak-anaknya, termasuk saya. Kalau ada temen-temen punya informasi saya tunggu sharing nya.
.
Selain itu masih ada istilah lainnya yang berhubungan dengan kata”Mangan” :
- Tanduk, dari kata ‘tando‘ yang berarti timbunan. Tanduk adalah me’nimbun’ atau me’nambah’… jadi menambah makan dalam piring yang sama.
- Sarapan, orang dahulu banyak yang prihatin dan ‘nglakoni’ , jadi mereka jarang sekali bisa makan tiap hari. Nah dari sini maka timbul kata ‘sarapan’ dari awal kata dasarnya “serep”, artinya adalah cadangan. Bahwa bagi orang-orang dahulu itu makan pagi bersifat cadangan.
- Mindho, Berasal dari kata ‘pindho’ artinya yang kedua, karena yang pertama adalah ‘pisan’ dan yang ketiga = telu. Disama artikan bahwa ‘mindho’ adalah makan yang kedua kalinya. Berarti mindho juga bisa didefisikan sebagai makan siang (lunch) karena makan yang kedua dalam hari yang sama.
- Rolasan, Dari kata ‘rolas’ yang artinya bilangan “keduabelas”. Rolasan adalah waktu nya makan pada sekitar pukul 12.00 siang. Sama artinya dengan lunch.
- Wolon, Berasal dari kata dasar ‘wolu’ yang artinya bilangan ke-delapan. Yaitu makan pada pukul 8.00 pagi. biasanya berupa makanan ringan (jadah, tempe, dll) sambil ngeteh atau ngopi…
* Ingon = makan bareng-bareng dan rame-rame, biasanya ditempat orang punya gawe/ hajat
______________________________________________
Illustration of madhang is taken from metrogaya without permission
Berbagi adalah Peduli...






























