Sugeng Riyadi – sugeng riyadin

Sugeng Riyadi – sugeng riyadin

Pernah saya tulis  sebelumnya  disini
badan kupatBanyak yang mengatakan Sugeng Riyadi dalam menyambut Hari Lebaran ini, Seperti arti kata dari Lebaran yang berasal dari kata lebar = habis, Jadi Lebaran bisa didefinisikan secara arti adalah sebagai penghabisan. Maksudnya adalah masa (waktu) penghabisan setelah bulan Puasa Romadhan. Maka akan dirayakanlah hari yang dinamakan “Lebaran”

Sehubungan perayaan Lebaran ini mungkin banyak dari temen-temen belum sempet mengetahui arti dari kata  “Sugeng Riyadi” tersebut, disini akan saya coba memberikan sedikit penjelasan (hihi, sok pinter ya…?), tapi  karena hal ini bukan didapat dari bangku sekolahan apalagi melalui riset, Jadi mohon maaf apabila nantinya ada ketidak cocokan hipotesa dari rekan-rekan semuanya,  terutama bagi yang sekolahnya dah melewati  Pendidikan Tinggi, Mohon Maaf yang sebesar-besarnya ya…! Sumber hanya kami dapat dari  “Universitas Kehidupan” dan Fakultasnya adalah “Ilmu Pendidikan Orang Tua”

Kalo menurut versi yang pernah saya tahu..
Sugeng Riyadi asal kata aslinya dari “Sugeng Riyadin” (see: with ‘n’ yaa..!”)
Karena sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang maka banyak juga yang mengucapkan ‘Sugeng Riyadi’ Dan hal itu tidak pernah dipersalahkan & dipermasalahkan, mana yang salah dan mana yang benar.
Sementara arti dari “Sugeng Riyadin” sendiri adalah Selamat Merayakan Hari Raya Islam…
Sugeng = Selamat
Sementara kata Riya dari kepanjangan Rina & Riyaya
Rina = Hari

Riyaya = Raya
Din = Agama (asal mula bahasa Arab)

Selain itu ada juga beberapa orang (Jawa) yang mengatakan “Sugeng Riyaya”.  Sugeng Riyaya berarti adalah Selamat Hari Raya.

Dalam kultur orang Jawa dulu sebagai Hari Besar Islam (Yang Paling Besar) adalah ‘Idul Fitri’ karena disana pas sekali event nya untuk ber maaf-maaf an… Dari sana terbiasalah mengucapkan Selamat Lebaran dengan Sugeng Riyadi‘n’

Ini yang pernah saya dengar & mengerti lho…. Mungkin ada salahnya, tetep saya berbesar hati untuk menerima kritik membangun koq…
Matur Sembah Nuwun… [uth]

___________________________________________________________________

Munjuk hanyenyadhong atur dhumateng rencang tuwin sanak kadang awit  sedaya lepat, tindak atur kawula ingkang saklimah ugi satemah mboten damel  gumbiraning manah punapa dene ingkang nalisir saking sarak ugi paugeraning agami tuwin Gusti. Mugi-mugi Allah paring pangapunten lantaran  panjenengan sami.

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum,

minal aidin wal faidzin

mohon maaf lahir dan batin