Temans, kita tercipta sebagai sesama makhluk Adam dan Hawa khan..?

Masteri 
Maturnuwun sampun kepurun bebrayan kaliyan kawula.
Mugi Gusti tansah paring kawelasan!

-DV-                 .
www.donnyverdian.net

Post Card

Membaca kata yang tertulis dalam kartu kiriman dari Australia ini pertamakali saya mau ngakak. Opss, tapi tetap beruntung karena keinginan ngakak itu tak pernah terwujud lantaran tak lama setelah membaca kartu itu saya langsung disibukkan dengan urusan pekerjaan yang saat itu butuh penanganan extra-serius.

Ya, sebagaimana teman-teman tercintaku bisa membaca tulisan yang ada digambar kartu yang saya lampirkan itu, ketika mengerti bahasa Jawa tentu akan mengernyitkan bulu-alis mata sesampainya pada kata “bebrayan”.

Secara umum kata ‘bebrayan’ identik dengan hidup bersama dalam satu keluarga, lebih tepatnya antara pasangan laki-laki dan perempuan.

Akan tetapi justru itu menjadi mentah ketika sebuah kata bisa kita cerna tak sebatas sebagai ucapan kebiasaan dan anomali. Karena pada kalimat lain kata ‘bebrayan’ bisa juga didefinisikan sebagai “persahabatan yang akrab layaknya keluarga (suami-istri)

Sementara bebrayan acapkali disambungkan juga dengan kata ‘patembayan’ karena dua kata itu memanglah bisa dibilang seiring sejalan, dalam bahasa Indonesia mungkin kata serupa dengan ‘bebrayan patembayan’ bisa dicontohkan sebagai “tertawa terbahak-bahak”. Jadi kata satu menguatkan kata lainnya.

Okey tak mau bertele-tele sok menjadi ahli bahasa padahal sangatlah belum pantas, maka agak serong sedikit tulisan ini akan saya geser pokok bahasannya.

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kiriman berujud kartu ucapan dari Mas Donny Verdian yang sudah beberapa tahun belakangan ini tinggalnya di negeri Kanguru. Tentu saya merasa  lebih terharu karena mampu merasakan bahwa ternyata aplikasi sebuah persahabatan  sebagai “kanca-kenthel” itu untuk saat ini tak lagi harus “runtang-runtung” berjalan berdekatan dan saling ketemuan offline. Adalah satu kehormatan Mas Donny yang bisa jadi memiliki kegiatan super-sibuk (dibanding saya) masih meluangkan waktu untuk mengirim kartu ucapan asli berujud coretan tangan.

Menjadi satu kehormatan lantaran ini adalah satu ucapan  bertepatan dengan momen Lebaran yang termasuk sudah   jarang dilakukan. Memang ketika melihat konteksnya adalah penyampaian ucapan maka  yang terlihat adalah teramat jamak yang sudah kita terima pun kita sampaikan. Tetapi akan menjadi terbalik kenyataannya ketika kita melihat peradaban jaman saat ini, dimana  fasilitas serba canggih sudah ada dihadapan kita.

“Wah kamu kok sering banget dapet kiriman sih Trie..! Mana berulangkali dari mancanegara lagi, seneng banget ya rasanya dapet kiriman dari Luar (negeri) gitu…?”

Tampak Depan

Diatas itu adalah kalimat yang diutarakan teman sekantor saya, yang terus terang hanya saya sambut dengan senyuman tiada kata untuk menjawabnya. Adakah teman-teman tercintaku disini yang memiliki kalimat tanggapan seperti itu..? Kalau ada sayapun akan tetap tersenyum dihadapan Anda.

Bukan, sama sekali bukan persoalan Luar Negeri, Manca Negara, ataupun Negeri lain yang membuat saya menjadi senang dibuatnya. Karena kalau ukurannya itu akan langsung terbantahkan, ada dua alasan yang bisa saya tulis sehubungan teman kerja pun kedatangan kartu ucapan ini. Pertama, ketika saya memiliki teman kerja yang sekolahnya lulusan luar negeri berujud Negeri Amerika sekalipun itu bukan satu hal yang saya anggap lebih. Apalagi ketika bekerja-bersama toh kemampuan yang dia miliki tak berada jauh diatas kita-kita. Luar Negeri pun Manca negara bukan satu ukuran buat saya.

Kedua, kalau mau membandingkan Mas Donny Verdian yang dulu masih di Indonesia dengan Mas Donny yang sekarang sudah di Australia, saya akan lebih memilih sewaktu dia dulu masih di sini. Kenapa..?  Pasalnya saya bisa menjadi bangga karena beliau ini adalah termasuk punggawa yang mempelopori sebuah situs (website) yang lumayan cukup punya nama khususnya di Jogja. Tatkala teman-teman tercintaku berselancar dan lalu sempat menemukan yogyes.com saya rasa juga bakalan tahu ‘http://gudeg.net“.  Nah ‘gudeg [dot] net ini salah satu foundernya adalah juga Mas Donny.

Akhirnya hampir sampai pada akhir paragraf, kesimpulan yang ingin saya sampaikan disini tak lain dan tak bukan adalah standar sama-rata arti dari sebuah pertemanan, persahabatan, serta persaudaraan. Bukankah teman-teman tercintaku disini sepakat bahwa tercipta sebagai sesama makhluk Adam dan hawa tentu kita masih tetap memiliki standar yang tak jauh berbeda…?, as a human…?
Kalau jawabannya sepakat, Saya berharap kita bisa menyelaraskan iramanya, meskipun sumber nada yang keluar berbeda.

Masih mau menautkan dengan tulisan serupa pada journal sebelumnya (sila ceklik disini..!), yang ingin saya sampaikan disini sama sekali bukan satu adegan pamer ataupun niatan sok pingin ngeksis. Satu hal yang saya mau adalah wujud terimakasih dan apresiasi kepada teman-teman tercintaku semuanya atas ketulusan kalian untuk tetap mau menjadi teman, atas kebaikan Anda-Anda semua untuk tetap tak berhitung materi sebagai ukuran. Padahal bisa sangat dilihat bahwa sosok saya teramat tidak tepat kalau harus diharapkan bisa embalas sama dan sesuai wujudnya. [uth]

 

Tambahan:

Berikut adalah tambahan keterangan dari Mbah Marto dan Mbak dokter Hida yang saya kutip dari komentarnya di Multiply

martoartmartoart wrote on Sep 22

 Brayat = Keluarga.
Bebrayatan, terus luruh ‘At’-nya jadi Bebrayan yg artinya Berkeluarga (kamu tahu ada sistem luruh dlm mekanisme bhs jawa kan).

Berkeluarga, bikin bani, bikin komunitas yg rekat, gak harus laki-bini. Jadi gak perlu mempersoalkan kelamin.

Hanya kebetulan laki-bini itu mau bikin brayat/keluarga, maka seolah kata bebrayan artinya berkawin/nikah (yg mana butuh alat kelamin, bukan mekanisme sosial)

.
srhidasrhida wrote on Sep 23

Cah Bagus,

Sakngertiku bebrayan kui memang bergaul, nek sing dimaksud ki pergaulan bebojoan, biasane ditambahi agung, Bebrayan Agung, karepe pergaulan orang dewasa, khususnya urip berumah tangga.
Maknane, urip bebojoan kui dianggep pergaulan agung, sing kudu dihormati lan dilakoni kanthi ngati-ati.

 

.



Berbagi adalah Peduli...