ASEAN Blogger Community is like ASEAN Soccer Competition

ASEAN Blogger Community is like ASEAN Soccer Competition. Ya, memang agak sok kebarat-baratan kali ini saya membikin judul journal. Akan tetapi semoga tak terlalu dianggap kolonial, imperial pun fasist hal yang saya tulis selanjutnya.

Membaca pun menulis judul  ASEAN Blogger membuat saya teringat kembali sosok sahabat bernama Yusnita Febriana a.k.a Nita Febri. Sudah tiga kali  tema Nita Febri saya tulis sebagai journal pada rumah blog ikanmasteri.com. Maka mohon maaf sebelumnya sekiranya hal ini tak menjadikan berkenan dihati teman-teman para pembaca semuanya. Bukan, sama sekali bukan  maksud hendak  memanfaatkan apalagi mengeksploitasi kabar kepergian Nita demi keuntungan pribadi,  maksud hati tak lain hanya mau menulis kenyataan yang sudah pernah saya alami berbarengan dengan beliau.

Hari ini Sabtu, 26 November 2011, sepuluh hari sudah berlalu rekan Nita febri meninggalkan kita semua, pergi menuju pangkuan Yang Maha Kuasa. Nita Febri, sebagaimana pengakuannya adalah juga memasukkan dirinya kedalam satu komunitas bernama Blogger sekaligus juga sebagai Multipliers. Dan hal itu sepertinya juga tak bisa dielakkan lagi karena dia memang aktif dalam kegiatan tulis-menulis diarea dunia maya. Pengakuan tersebut bahkan Nita tulis dalam weblog Multiply-nya berbarengan saat dia mengunggah photo-photo ketika acara Workshop ASEAN Blogger yang berlangsung di Museum Bank Mandiri, Kota, Jakarta. http://nitafebri.multiply.com/photos/album/68

Hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2011 bertempat di Museum Bank Mandiri Kota. saya menghadiri acara Workshop ASEAN Blogger.
Sebagai blogger tentu menyenangkan menambah wawasan dunia Blog.

Perlu di ketahui Komunitas Blogger ASEAN di bentuk untuk merangkul para blogger. Sebab mereka sadar keberadaan blogger juga pontesial dalam mengenalkan negara dan juga dalam menjalin persahabatan di kalangan negara ASEAN.

Inilah sedikit foto dari Workshop ASEAN Blogger

nb: kali ini saya datang sebagai Multipliers looh ^_^V
soalnya di daftarkan sebagai MPers

Oleh sebab itulah judul ASEAN Blogger Community  ini saya sematkan mendampingi ASEAN Soccer Competition.

Nita Febri di event workshop photography ASEAN Blogger Museum Bank Mandiri, Kota, Jakarta

ASEAN Blogger Community is like ASEAN Soccer Competition

Untuk lebih lanjut mungkin akan saya tuliskan ABC  guna menyebut ASEAN Blogger Community, dan ASC guna menyingkat ASEAN Soccer Competition.

ABC, saya tak begitu tahu sedari awal apa itu ABC, terutama tentang Visi pun missinya. Yang saya tahu sebatas sebuah (wadah) komunitas yang baru saja didirikan dimana sebagai juru kuncinya ada Kang Iman Brotoseno disana. Berusaha berpikiran positif, awal bulan Agusus lalu, tepatnya juga bulan Puasa-Ramadhan  saya tetap menyempatkan diri ikut memenuhi undangan yang disampaikan kepada Mbak Arie-Srisariningdiyah  sebagai perwakilan dari pihak komunitas Blogger Multiply Indonesia. Lebih menjadi tertarik lagi karena wacananya bakal ada acara workshop Photography, saya berkeinginan belajar di acara tersebut.

Itulah sekilas yang saya tahu dari ASEAN Blogger Community. Selanjutnya tak begitu melihat lagi tentang profile yang sudah dan baru akan direncanakan. Hingga akhirnya terdengarlah ditelinga saya sebuah rencana hajatan besar bakal digelar oleh pihak Blogger ASEAN bertempat di Bali. Mendengar event ini saya tetap bersikap cuek.

Hanya saja, ketika acara berlangsung sepuluh hari lalu, artinya keberlangsungan acara itu pas sekali dan berbarengan dengan hari kepergian rekan Nita Febri, saya menjadi terkejut setelah mengikuti perkembangan yang ada. Utamanya perkembangan yang saya pantau secara online di twitter, dimana ada banyak hashtag (tagar) #ABCBali dan #BloggerASEAN bersliweran didepan mata.

Pagi hari sampai sore hari saya hanya mampu tersenyum melihat tingkah polah para pekicau tersebut. Bagaimana tidak tersenyum kecut, lihat saja twit yang saya capture berikut ini;

Twitt Didno76

Terlepas kicauan yang ter-capture diatas ini adalah serius sebagai tanda mengabarkan sebagaimana burung dipagi hari ataukah hanya sebatas candaan jemari saja, namun bagaimana reaksi Anda teman-temanku semua setelah membacanya…?

Hemmm, hebat ya jadi blogger bisa gratisan semuanya, hingga mention pun hashtag saja sudah tak menjadi terlihat didepan mata… #nyengir

Okey, lanjut…

Menjelang tengah malam, tepatnya pukul 11.13PM saya memperoleh kabar dari seorang teman Multiplier memberitahukan bahwa Nita meninggal. Incoming Call yang saya terima bermuat  informasi kesedihan itu tak bisa saya jawab lagi dengan kata-kata, mulut saya sama sekali tak bisa dibuka, blangkemen  kalo orang Jawa bilang. Saya sedih, teramat sedih karena teman dekat, sahabat blogger, sosok difable dengan kebersahajaan dan kemampuan tingginya telah pergi.

Karena  saat itu masih belum banyak teman yang tahu kabar tersebut, maka tanpa banyak kata  saya kirim pesan SMS kepada teman-teman yang sekiranya kenal dengan Almarhum.  Selain itu dunia online utamanya twitterpun saya gunakan demi mengabarkan hal yang sama. Saya mention banyak teman blogger disana, tak lupa hashtag #ABCBali saya cantumkan, selain juga @blognusantara dan juga @pestablogger.

Hal itu acapkali juga dilakukan oleh teman lain sampai 24 jam setelah kepergian Nita. Namun dari sini justru saya menjadi sedikit kecewa dengan tiadanya tanggapan yang ada, baik dari @pestablogger ataupun @ASEANblogger. Hanya @blognusantara saja yang memberikan responnya. Pertanyaan saya, dimanakah letak dua organisasi itu dalam menaungi member-membernya…? (this paragraff  has been edited already)

Dan lebih kecewa lagi kepada pihak @ASEANblogger, lantaran jika di-compare dari ketiganya, pihak @ASEANblogger lah saat itu yang memiliki waktu tepat demi sekedar mengucapkan kata ‘belasungkawa’ kepada pihak keluarga, pasalnya @ASEANblogger tepat sedang mengadakan acara di Bali. Apakah benar tak seorangpun di Bali sana mengetahui ikhwal kepergian Nita Febri ini….? Ataukah semua yang ada disana mengamini  kicauan   ‘Bapak Blogger’  bahwa Multipliers bukan termasuk bloggers..?

Toh kalau memang benar Multiplier bukan blogger, kami masih aktif membikin journal, bukan saja terlena di jejos (jejaring sosial). Dan lagi kalau mau menyimak toh Nita Febri  ini juga aktif menulis di engine   BLOGSPOT. Dari sana jugalah dia acapkali memenangkan satu kompetisi lomba menulis.

Ahh, entahlah, terlihat sekali kalau diriku ini sedang mengemis ucapan duka ya….? Memang…. #sengaja

Ketika melihat tiadanya  reaksi tersebut saya sudah menjadi tak berharap lebih lagi pada event #ABCBali itu diwarnai dengan tindakan (solidaritas) sebatas “menundukkan kepala” sejenak guna ‘mengheningkan cipta’ sebagaimana yang diungkapkan oleh Kang Donny Verdian di twitternya.

Mengheningkan Cipta

Melihat dan menyimak satu wadah komunitas yang baru saja dibentuk ini yang awalnya cukup membuat saya menjadi terbuka, akhirnya saat ini langkah awal keterbukaan saya itu harus rela dibayar dengan kekecewaan diakhirnya.

Saya tak mau terlalu membandingkan antara satu wadah dengan wadah lainnya, karena tentu saja akan dengan sangat mudah kalau teman-teman menyimak blog saya ini, yang terbaca saat ini adalah bahwa saya cenderung merapat ke blogger nusantara. Ya, benar adanya, tak saya pungkiri hal itu.

Namun bagi saya wadah-wadah yang ada ini bukan satu hal yang layak dan pas untuk dipertandingkan, saya tetap menganggapnya tak ada cabang yang pas untuk membuatnya berkompetisi layaknya cabang olahraga. Alasannya bisa jadi saya bakal menjadi pendukung ketiga-tiganya, atau menjadi supporter salah satunya, atau malah sama sekali tak memberikan support ke satu pihak manapun.

Prinsip saya tetap dan tak berubah, saya akan bergabung pada satu wadah komunitas adalah ketika wadah tersebut konsekuen dengan visi pun misinya,  sedari awal tak menjadi berubah. Saya akan memberikan support ketika ada rasa persaudaraan pun solidaritas as a human (manungsak’ke manungsa).  Hal ini senada dengan pelajaran yang sempat saya peroleh dari Bang Amir Daulay, bahwa musuhilah korupsi dan pelakunya (koruptor). Artinya diawal boleh saja menjadi teman, tetapi ketika sudah terlihat diakhirnya adalah pelaku korupsi ya saya tak segan lagi memusuhinya.

Inilah yang saya sebut serupa dengan wadah blogger diatas, bahwa dimula boleh saja kita (saya) bersahabat lalu bersinergi pada satu wadah, namun ketika wadah itu sudah dibawa menyalahi tujuan awal ya mending saya meninggalkan wadah tersebut.  (Eh lagian gue ini siapa sih yaa, loe-loe orang juga gak bakalan rugi pan kalo cuman keilangan satu yaitu gue aja, so… sok silahkan merdekakan diri kalian yakk… #mrengessambilteteupngaca)

Lalu kenapa masih di judul atas saya berikan kesamaan dengan kompetisi Sepak Bola ASEAN..?

Jawaban saya adalah lantaran dalam pertandingan sepakbola ASEAN kemarin, tepatnya di Grand Final yang menghadapkan antara Garuda Muda Indonesia melawan Anak Muda Malaysia, yang benar-benar terjadi adalah pencapaian  anti klimaks dihadapan saya.

Saya sama-sama bersemangat diawal dalam mengamini pun mengikuti perkembangannya. Babak demi babak, baik penyisihan group pun semi final, tak ketinggalan saya selalu menontonnya, namun justru dihasil akhir saya melihatnya tak membuat orgasme, anti klimaks yang saya temui disana. Yang menjadi pembeda hanyalah kerjasama antar lini pemainnya, kalau di sepak bola garuda muda saya salut karena  anak-anak asuhan Rahmad Darmawan itu benar-benar telah berusaha keras. Akan tetapi saya tak (belum) begitu bisa melihat kerjasama antar lini di kegiatan Blogger ASEAN, bahkan justru beberapa pesertanya pun banyak menuliskan hal yang sumbang.

Terakhir, silahkan kalau journal ini dianggap ikut-ikut ngompori pihak lain. Dan boleh saja berasumsi bahwa tulisan ini terbentuk akibat saya, “penulis”, tak menjadi pihak yang diundang ke Bali.  Hanya saja jika menyimak dari awal, utamanya mengenai kepergian Nita Febri, semoga teman-teman para pembaca bisa melihat pokok bahasan yang saya maksud. Begitu juga perihal undangan, kalaupun dikira tak memperoleh undangan kok langsung bisa saya tepis, lantaran sebulan sebelum hari H, tepatnya ketika saya main ke jogloabang, toh Ki Demang Suryaden sempat menawarkan dua undangan kesaya. So, ASEAN Blogger Community is like ASEAN Soccer Competition [uth]

***

REVISION…!

retwitt

Hal itu acapkali juga dilakukan oleh teman lain sampai 24 jam setelah kepergian Nita. Namun dari sini justru saya menjadi sedikit kecewa dengan tiadanya tanggapan yang ada, baik dari @blognusantara, @pestablogger ataupun @ASEANblogger. Pertanyaan saya, dimanakah letak tiga organisasi ini menaungi member-membernya…?

Journal ini saya revisi tetap pada hari ini, tanggal 26 November ’11 pukul 19:50 tepatnya setelah  double check  account twitter dan menemukan gambar sebagaimana ter-capture.

Hal yang saya revisi awalnya tertulis sebagaimana yang saya quote diatas (dibawah gambar).

Sehubungan dengan hal tersebut, saya tetap tak merasa malu untuk memohon maaf kepada teman-teman utamanya bloggernusantara. Terimakasih…

_____________________________________________________________________

Pic Nita  as illustration ‘ASEAN Blogger Community is like ASEAN Soccer Competition‘ is taken from her-multiply without permission

 



Berbagi adalah Peduli...