Kesempurnaan samudera CintaNya
Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia , melainkan supaya mereka menyembah kepadaKu. Aku tidak menghendaki dari mereka rezeki, walau sedikitpun, dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makanan. Sesungguhnya Dialah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki dan memiliki kekuatan yang sangat kokoh.”
Qs Adz Dzariyat: 56-58
Apakah tujuan dari kehidupan ini..? Untuk apa Allah menciptakan jagat raya beserta isinya ini..? Adakah Dia membutuhkan alam ini…?
Alangkah akan lebih sempurna hasil jawaban dari pertanyaan – pertanyaan tersebut apabila dicerna dan ditelan kedalam lubuk hati. Bukan hanya sekedar dikunyah oleh alam pikiran, karena alam pikiran tak lain adalah bagian dari jagat raya ini pula.
Pamedhare wasitaning ati , cumanthaka aniru pujangga
dahat mudha ing batine,
Nanging kedah ginunggung datan wruh yen akeh ngesemi,
ameksa angrumpaka
Basa kang kalantur, tutur kang katula-katula ,
Tinalaten rinuruh kalawan ririh, Mrih padhanging sasmita Dhandhanggula – 1
Basa kang kalantur, tutur kang katula-katula. Maka sebagai kunci dalam menjalankan hidup ini di ajarkan bagi kita supaya selalu sabar dan teliti, guna menemukan kejelasan tanda-tanda kehidupan dari ayat-ayat Tuhan. Tinalaten kalawan ririh, mrih padhanging sasmita. Telitilah dengan sabar supaya bisa melihat semua tanda kehidupan secara jelas.
***
Dari Ayat di atas telah di firmankan bahwa Allah menciptakan kita hanya untuk menyembah kepadaNya. Allah tak berkehendak akan pamrih. Tak berharap balas jasa dari kita umat manusia. Suatu kehormatan bagi kita manusia tentunya, Yang hanya di ciptakan dari tanah liat atau Jin yang cuma berasal dari api, bukan berasal dari emas ataupun mutiara, masih diberikan Nya kesempatan untuk bisa naik ke Derajat Cinta Nya. Al Maqam Al Hub.
Ibadah kepada Allah apabila dilihat dari sudut pandang manusia, tak lain adalah karena cinta dan taat kepada NYa. Tetapi bisa juga dipandang sebagai sebuah Penghargaan spesial (Hakiki) bagi manusia itu sendiri. Dapat dikatakan Ibadah adalah “satu-satunya kemuliaan yang hakiki”, sedang yang lain adalah Waham dan Formalitas. Seperti halnya Allah adalah Al Maujud Al Haq yaitu Wujud yang nyata. Yang berarti selain Dia, yang lain termasuk kita manusia hanyalah gambar tampak yang akan hilang, mati, dan binasa.
“Yaiku ing dinane para manungsa padha pating blulang kaya laron kang padha pating slebar. Gunung-gunung padha menculat! Kaya wulu kang diabul-abul”
“Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihambur2 kan.” Al-Qori’ah: 4-5
Dari sini dapat kita petik, bahwa Allah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk kita semua, tak lain adalah karena Dia mencintai kita semua. Maka sudah sewajarnya apabila kita ambil pelajaran, bahwa haruslah tercipta bentuk korelasi “Hab’luum minallah – Hab’lum minannas”, Hubungan vertikal terhadap Tuhan dan sosialisasi pada lingkungan alam sekitar CiptaanNya. Beribadah terhadap Sang Pencipta berbanding seimbang dengan ibadah kita terhadap kehidupan alam dunia ini. Nggak ada yang dapat melanggengkan eksistensinya hanya bertumpu pada satu sisi saja.
“Maka bertebaranlah kalian semua ke muka bumi ini guna kemaslahatan umat”
Sasmitaning ngaurip puniki, mapan ewuh yen ora weruha,
tan jumeneng ing uripe Akeh kang ngaku-aku,
pangrasane sampun udani, tur durung wruh ing rasa Rasa kang satuhu, rasaning rasa punika,
Upayanen darapon sampurno ugi, Ing kauripanira.Tanda hidup ini, Apabila tidak dimengerti,
Tak akan bermakna hidupnya anyak yang merasa sudah tahu atau paham, Tahu tentang rasa, Padahal belum tahu benar Tentang “Rasa Sejati”, Rasa sejati adalah rasanya rasa itu sendiri,
Berjalanlah supaya menjadi sempurna dalam hidupmuDhandhanggula – 2
Dengan bertebarannya kita dimuka bumi ini, semoga atas izin Allah kita akan dapat menemukan “tanda hidup”, bukan hanya sekedar merasa tahu padahal tidak mengerti. Insya Allah kita mampu memahami “tanda hidup” sebagai bukti CintaNya kepada kita, tentu saja rasa “cinta sejati” guna melengkapi kesempurnaan ke arah perjalanan selanjutnya di kehidupan yang lain menuju RumahNya. [uth]
Berbagi adalah Peduli...





























