
- ilustrasi dari inilah.com
Plenthy dan Beja sudah saling berjanji kalau malam ini bakalan bertandang ke rumah KangMas Trimbil. Tak lain dan tak bukan adalah karena pingin nonton bareng pertunjukan ketoprak yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta dengan lakon “Jempol Dewi Sembadra kejepit”.
Sehubungan memang lagi free dan tidak ada pekerjaan maka selepas Maghrib Beja sudah menghampiri Plenthy dirumahnya. Tak berselang lama mereka pun akhirnya berangkat ke rumah Trimbil dengan diantar sepeda setia milik Plenthy.
Tepat Bakda Isya’ sudah tiba didepan rumah Trimbil yang ternyata saat itu sang empunya rumah masih belum pulang dari kantor tempatnya bekerja. Dipersilahkan masuk oleh Semprul, istri Trimbil, namun mereka berdua lebih memilih asyik duduk manis diteras depan rumah sambil menunggu kedatangan Trimbil. Sementara Semprul dan anak gadis semata wayangnya, Supreh, melanjutkan acara kuliner bikin kue di dapur yang letaknya hanya bersebelahan dengan ruang santai depan Televisi.
Kali ini agak lain dan tak seperti biasanya Semprul bersama Supreh sedang mencoba resep baru memasak kue donat. Mempraktekkan resep ciptaan Supreh yang dikasih judul “donat UUITE” yaitu singkatan dari Ulet Uletan Intip Tapi Enak. Cukup beralesan memang kenapa musti UUITE namanya, tak lain adalah karena kue donnut ini nantinya setelah jadi dalam penyajiannya akan ditambahkan adonan yang bahan dasarnya terbuat dari kerak nasi (intip) dan gula pasir yang ditaruh diatasnya. Jadi intip tadi prosesnya musti ditumbuk dan dihaluskan terlebih dahulu bersama gula pasir sehingga berujud menyerupai tepung. Di campur adonan (resep rahasia buatan Semprul) dan ditambahkan sedikit air sehingga meskipun hanya berasal dari kerak nasi alias intip yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai umpan bebek namun ditangan mereka berdua akan terasa istimewa dan multi-taste hasil akhirnya. Inilah nama kue donut made in Supreh dan semprul tadi, UUITE Ulet-Uletan Intip Tapi Enak…
Tak sampai menunggu beberapa lama akhirnya Trimbil pulang. Plenthy, Beja, dan di ikuti Trimbil yang baru saja pulang dari tempatnya bekerja tersebut kemudian masuk menuju ruang santai didepan pesawat televisi dan masing-masing menempatkan diri dengan posisi duduk diatas tikar yang memang sedari awal sudah digelar oleh Semprul.
Trimbil disambut salam dan cium tangan sang anak tercinta Supreh dan senyum manis sang istri, Semprul. Selanjutnya Trimbil segera mengayunkan langkahnya menuju kamar mandi tuk sekedar membersihkan badan. Setelah semuanya selesai dan terasa segar badannya karena terguyur air dingin, Trimbil menghampiri saudara-saudara tercintanya didepan pesawat Televisi.
“Sudah lama sampean-sampean ini tadi ngobrol didepan teras paklik…? Kok nggak disuruh masuk ta ama Ibune Supreh itu…?” Pertanyaan Trimbil memecah keheningan antara Beja dan Plenthy yang sedang serius menyimak berita terjepitnya jempol artis Lunes Meyes.
“Oh itu tadi sudah saya suruh dari tadi kok Pakne, mereka aja yang tetep kekeuh nungguin kedatangan Pakne untuk masuk rumah!” Sahut Semprul dari dapur sebelah.
“Iya Pakdhe, tadi emang sengaja nungguin sampean pulang dulu sekalian leyeh-leyeh di teras mo cari angin buat mendinginkan badan yang masih berrasa gerah karena keringetan mboncengin si Beja ini lho” Jawab Plenthy sambil menunjuk Beja yang tadi di bonceng diatas sepedanya.
“Ahhh Kang Plenthy bisa aja cari sasaran buat alesan nich, bilang aja nggak enak kalo musti masuk rumah orang tapi nggak ada lakinya khan..!” Beja pun menyahut suara Plenthy yang menjadikan dirinya sebagai alasan.
“Oh yawis yawis, ku juga maklum kok. Lha ini tadi kulihat sampean pada serius nonton berita terjepitnya jempol Lunes meyes tadi emang sebenarnya apa yang terjadi ta Paklik?!!” Pertanyaan Trimbil menanggapi berita yang sedang merebak dan baru saja ditanyangkan di Televisi.
Sebelum Beja atau Trimbil menjawab pertanyaan tersebut ternyata Supreh dan Semprul telah selesai berkuliner. Dan bersamaan dengan itu kopi nasgitel buatan Semprul disajikan kepada mereka bertiga juga tak ketinggalan kue donut UUITE hasil karya Supreh pun siap menjadi santapan. “Babeh kok jam segini baru pulang kantor sih Beh..? Emang masih banyak kerjaan, ngurusin apa aja..?” Tanya Supreh pada bapaknya dengan logat ala Betawi.
“Woalah ndhuk ndhuk, sebenarnya itu kerjaan Bapakmu ini masih jauh dari kata selesai lho, Lha piye wong Tahun Dua Ribu Sembilan ini tinggal sepuluh hari lagi je, sementara aku harus membuat laporan anggaran tutup tahun yang budget nya untuk setahun ini mau nggak mau harus dihabisin. Alasannya pun tak main-main karena kalau nggak dibikin habis pada tahun ini, makan nanti tahun depan kantor Bapak tak bakalan kebagian anggaran lagi lho!” Jawab Trimbil pada anak gadisnya.
“Oh jadi gitu ta Kang Trimbil, jadi anggaran yang tahun sekarang ini musti dihabisin juga karena sebagai syarat tuk mendapatkan jatah anggaran pada tahun berikutnya ta…?!!” Sela Beja yang kali ini lumayan agak nyambung pada tema pembicaraan Trimbil
“Tepat sekali Jaa..! nah gitu dong kalo diajak ngobrol itu, nyambunggg…!!” Trimbil pun mengacungkan jempolnya ke arah Beja.
“Lah terus kalo emang dana anggarannya masih ada sisa karena tak dipergunakan tahun ini mau di alokasikan kemana dong Pakne…?” Semprul tak mau ketinggalan mengajukan pertanyaan pada Trimbil, suaminya.
“Nah itu dia masalah sebenarnya aku itu pulangnya selalu telat belakangan ini ta Bune. Aku musti bikin daptar proyek beserta rincian dananya yang nantinya akan disetor ke pihak penyuntik anggaran sebagai bukti bahwa dana tersebut memang difungsi-gunakan. Yang sisa dan tak digunakan pun musti di masukkan kedalam daftar anggaran, bagaimana cara dan apa alasannya itulah kerjaanku Bune….Cukup mumet tooo…!” Trimbil melanjutkan penjabarannya.
“Yang begini khan bisa dikategorikan dalam kelompok manipulasi ta kang…?” Sergah Plenthy pada saudara laki-lakinya tersebut.
“Halah jangan sok bilang begitu kamu itu ta Thy Plenthy, wong awakmu wae ya ngikut makan hasilnya aja kok. Itu buktinya minum kopi dan makanan donat itu…!” Trimbil pun tak kalah gesitnya dalam berkilah sambilo menunjuk donnut yang sedang dimakan Plenthy.
Setelah tayangan Berita di Televisi usai pun ternyata acara ketoprak yang ditunggu-tunggu belum juga mulai. Sebelumnya masih ada satu acara lagi yaitu Infotainment bertajuk “Hola Celebrita”. Dan Beja yang pada awalnya sebel dengan acara model beginian akhirnya bisa tersenyum sinis setelah tayangan infotainment Hola Celebrita tersebut menampilkan sosok yang hampir serupa pada lakon ketoprak nanti. Yaitu kelanjutan kisah terjepitnya jempol artis cantik Lunes Meyes. Mereka semua asyik serius menyimak Celebrita tersebut sambil menikmati kopi nasgitel dan nyamikan kue donut UUITE .
“Juan semua kok ya pada nyari pembenaran sendiri dengan dalih masing-masing to ya…!” Tanggapan pertama dari Semprul yang telah usai menyaksikan tayangan Celebrita dengan pokok bahasan Lunes Meyes tadi.
Tak mau ketinggalan anak cantiknya Trimbil, Si Supreh pun ikut berkomentar, “Ini yang mencari berita juga merasa dilecehken masalahnya Bukk….. karena telah disebut sebagai pelacur..!”
“Sementara nanti kalo dijawab balik balasannya bakalan menyangkut profesi ya Preh? Yang juga telah berjasa membesarkan nama seseorang (artis)…. siapa kalo bukan kami..! para pencari berita ini…?!!, Kurasa itupun terlalu berlebihan lho..!!! Lha wong itu tuh emang pekerjaannya je..!” Plenthy pun tak mau kalah dalam menyanggah pernyataan Supreh.
“Nah disinilah realita yang sedang kita hadapi taaa…! Kita semua tahu dengan menggunakan dalih dan alasan apa kejadian-kejadian yang belakangan ini terjadi serta menimpa seseorang. Dari penayangan berita yang mengenai koin keadilan sampai dengan yang baru saja kita lihat khan sebenarnya hampir sama, menyangkut pencemaran nama baik. Semuanya tak jauh dari itu. Nah yang aku sedang pikirkan itu adalah kategori seperti apakah yang masuk dalam kondisi nama baik tersebut, terus siapa yang berhak menasbihkannya…” Kali ini Trimbil berceloteh sok terpelajar dan bijak seolah-olah yang diajak bicara tak ingat tentang pekerjaan Trimbil yang pulang malam gara-gara memanipulasi data tadi.
“Wis ndak usah dibahas terlalu serius lah Pakne, mendingan ayo semuanya ini ada kue donut hasil kulinernya si Supreh kita nikmatin bareng sambil nunggu acara Ketoprak ditayangkan ya, tinggal menunggu iklan ta itu, langsung mulai dech sepertinya.” Semprul pun bersuara tuk sekedar menawarkan makanan kepada para tamunya sambil menyodorkan kopi untuk suaminya tercinta, Trimbil.
Setelah menikmati makanan dan minuman yang ada akhirnya Beja berkelakar sambil bersendawa, “Duuuuhhhh, kok pinter tenan ta ndhuk Supreh ini bikin donut yang dikasih nama donut-UUITE ini lho yaaa…. wuenak nan… pasti banyak lelaki ganteng naksir sama kamu ya ndhuk..?!!! Iya enggak kang Plenthy…?!”
Mereka semua akhirnya tertawa bersama sebelum menyaksikan pertunjukan ketoprak yang ditayangkan di Pesawat Televisi dengan lakon Jempol Dewi Sembadra Kejepit. [uth]


















