
semut diatas bunga
terlintas sebuah tanya yang sempat bertamu
kembali harus kujamu meski berujud kelu
suguh semangat walau kebenarannya biru
Benarkah tlah tiba jemputan pedatiku itu..?
bunga yang tlah sekian lama kujaga
kurengkuh sedari kuncup hingga kelopaknya
kusiram dari akar sampai diujung daunnya
kusemai agar tak ternoda oleh hama
Inikah saatnya tuk dipanen sang Pengembara…?
achhh….. … …
jujur ku masih sangat ingin merawatnya
kerana ketidakmampuanku tuk berpisah darinya
kesejatianku menyatu harum mewanginya
penciumanku membekas pada aromanya
hamparan hatiku pun terhiasi pesonanya
Mampukah kumulai sedikit dan pelan menjauhinya…?
realis….. … …
ku tak boleh egois
dari mengumbar rasa diri yang miris
dari manjakan rasa semata hanya mau digubris
sadar jika “sayang” adalah rela lihat berbunga tanpa tepis
Namun akankah hati ini kuat hadapi yang bagai diiris…?
semoga ku mampu berpikir tak hanya sesaat
cegah rasa yang teramat sesat
berbalik pada ikhlasnya rasa yang pernah dekap-erat
tersedia rasa bahagia saat bunga itupun mekar dibawa kereta kencana
tiada ada rasa merana dan tersungkur wajah akan koyaknya mata yang sembab
Akhir dari berapa tanya berharap syukur berlimpah jawab sebagai berkat…! [uth]
Ilustrasi: Semut diatas bunga
silahkan ceklik playlist diatas untuk mendengarkan lagu dari SO7 ini
Makasih…


















