Kembang boreh [tolak balak hati]

Kembang boreh  adalah campuran dari bermacam-macam bunga yang warnanya serba putih. Bisa jadi mawar putih, melati, kanthil dan juga ditambah dengan boreh, yakni parutan dlingo dan bengle dicampur.

Ini adalah satu jenis syarat pada tradisi Jawa yang dulu sempet berulangkali juga saya alami sewaktu kecil. Biasanya barang tersebut bisa didapat dari Suwargi (almarhumah) mBah Uti saya yang kebetulan pekerjaan sehari-harinya adalah tukang jualan kembang dipasar.

.

ilustrasi: kembang boreh(www.pakuanraya.com)
kembang boreh

Kembang boreh biasanya difungsikan sebagai pengusir sawan dan penolak balak. Dikatakan “boreh” karena dalam penggunaannya ramuan kembang boreh dioleskan pada bagian tubuh dari seorang bayi, biasanya pada bagian kaki, tangan, perut dan kepala (dahi).

Namun terpaksanya apabila memang ramuan tersebut sudah tak ada (habis), sementara keadaan sang jabang bayi menangis terus serta mengharuskan adanya satu syarat pengusir yang mengganggunya, maka dikunyahlah bahan dlingo-bengkle dan selanjutnya dioleskan pada tubuh si jabang bayi. Tak lama setelah itu biasanya jabang bayi pun bakalan “cep” diam dan tak menangis lagi.

Selain itu dlingo bengkle pun sering juga disertakan pada tubuh jabang bayi yang biasanya sebagai kalung (gantungan kalung).

Sebagai bahan tambahan informasi, biasanya bayi menangis itu menurut keyakinan yang ada adalah karena ada satu makhluk halus didekatnya -dan mengganggunya- yang kita sebagai orang dewasa ini tak bisa melihat secara kasat mata.

Saat saya teringat kembang boreh diatas, saya pun juga langsung teringat akan fungsinya. Sekali lagi fungsinya adalah sebagai penolak balak dan pengusir sawan. Saya diingatkan kembali dengan petuah Suwargi mBah uti yang notabene berprofesi sebagai penjual kembang, sedikit banyak tentu tahu akan maksud dan tujuannya.

Kembang boreh terdiri dari beberapa macam kembang namun syaratnya hanya yang berwarna putih, sementara bahan tambahannya adalah dlingo dan bengkle. Ini dimakusudkan bukan tanpa tujuan. Warna putih  sebagai lambang kebersihan hati ini sangat berperan sekali dalam melawan segala hal yang bisa mengganggu di kehidupan, akan lebih kuat lagi apabila warna putih tersebut dibantu keadaan sadar untuk eling pada Tuhan.

Hal ini bisa diambil dari kata dlingo yang awalnya dari kata “dha elinga” (berharap untuk selalu mengingatNYA!).   Selain dlingo ada juga bengkle, bengkle dari kata “becik lelakune” (baik dalam laku ibadahNya).

Pada kenyataannya memang kembang boreh banyak digunakan bagi mereka yang masih kecil (bayi). Namun dari kenyataan yang ada pula  mari kita coba pahami bersama maksud dan tujuan tersebut yang mungkin masih layak kita ambil sebagai bahan pelajaran dalam hidup ini.

Tak munafik jika kita (saya) sering banyak gangguan dalam menjalankan hidup. Gangguan atau godaan itu bisa dari luar diri namun yang paling susah buat kita hadapi adalah gangguan dari dalam diri ini.

Mungkin akan dengan mudah kita mampu menghindar dari godaan yang dilakukan oleh orang/pihak lain, namun saya rasa tak akan semudah itu kita mampu menghindar serta melawannya apabila hasrat yang salah itu harus timbul dari badan serta hati kita sendiri.

Nah disinilah semoga kita (saya) bisa teringat kembali akan satu pesan mengenai kembang boreh tersebut. Bahwa kita hidup diharapkan juga masih tetap bisa memelihara putihnya hati sebagaimana putihnya warna bunga sebagai kembang ramuan tersebut. Selanjutnya kita (saya) juga bisa mengambil hikmah bahwa berbagai macam kemauan yang timbul dari diri ini tak boleh melupakan tentang falsafah “dlingo-bengkle”, ‘dho elinga – becik lelakune

Apabila hal tersebut telah menjadi satu ramuan, selanjutnya semoga kita semua mampu mengoleskannya juga pada badan ini, dengan maksud agar nantinya apa yang menjadi godaan diri ini akan segera sirna dan pergi. Karena apa yang kita harapkan belum tentu sesuai dengan apa yang di inginkan oleh keadaan, jangan memaksakan kehendak dan musti berbesar hati dalam menghadapi satu keadaan adalah kuncinya. Kebesaran hati inilah yang mampu dijadikan wadah sebagai tempat menampung kembang boreh. [uth]

___________________________________________________

Illustration   kembang boreh  is taken from  pakuanraya without permission



Berbagi adalah Peduli...