sekte [tetralogy]

sekte [tetralogy]

Memang sudah sejak dari kecil Enthy sebenarnya telah dididik tuk belajar mengaji. Emak Enthy adalah anak yang memiliki Bapak seorang Kaum (Modin, Ra’is). Yaitu pemimpin agama dikampung. Sering difungsikan untuk memimpin acara adat istiadat, baik itu berupa kelahiran, kematian, atau acara adat tertentu.

Meskipun sedari kecil memang Emak Enthy tak pernah merasa sentuhan kasih sayang seorang Bapak, namun Emak Enthy selalu memberikan semangat kepada anak-anaknya, dengan tetep memuji keberadaan Bapak beliau dengan tanpa menunjukkan keburukan atas perlakuan yang Emak terima dari seorang Bapak. Tak lain adalah Embah Enthy sendiri. Itu Enthy rasakan dikala Enthy diwajibkan untuk selalu berangkat mengaji di Langgar (Surau) deket rumah dan ikut ngaji pula bersama para santri di pondok pesantren kampong Enthy. “Kamu nggak boleh nggak bisa ngaji yo Le, apa kata orang nanti masak cucunya mBah Kaum nggak bisa baca Alip Bak Tak…!” Kata-kata itulah seruan Emak kepada Enthy sewaktu kecil dulu.

Beranjak kurang lebih umur 12 Enthy mulai akrab dengan Nyoto, yang sebenarnya dia juga masih sepupu Enthy. Dengan Nyoto inilah Enthy bersama-sama sering keluar malam, pergi ketempat sepi, cerita tentang hal-hal yang aneh ataupun ghaib. Dan entah dengan tanpa kesepakatan kamipun sering melakukan puasa bersama, entah itu puasa seperti Ramadhan, puasa mutih atau puasa sebagaimana layaknya adat orang Jawa. Dan terus terang kebiasaan itu kadangkala masih kembali Enthy lakuin belakangan ini, sesuai kemampuan yang ada dengan keadaan yang Enthy sekarang hadapi. Tentu dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Kalau dulu sekedar untuk sok-sok’an, wah-wah’an, namun saat ini Enthy berusaha untuk bisa menggali diri, menentramkan diri, menyadarkan diri, tentang kesalahan dan dosa yang telah Enthy lakukan selama diberi waktu untuk menapaki jalan hidup sampai dengan saat ini.

Dan herannya banyak dari temen kampung Enthy juga bergabung dengan dunia kami. Yang membedakan hanyalah kalau Enthy dan Nyoto memang selalu kuat dalam berpuasa namun temen-temen yang lain tak sekuat kami, karena pada dasarnya mereka adalah anak orang punya yang sudah sangat cukup bahan makanan yang bisa mereka konsumsi setiap harinya. Hal ini tak berlaku buat Enthy dan Nyoto. Nah, disinilah awal ketidakpunyaan Enthy pun merasa dihargai, karena apa yang bisa Enthy lakukan toh nyatanya tak mampu mereka lakukan. Mesti itu adalah Cuma acara berlapar ria selama beberapa hari. Enthy tak merasa minder berteman dengan mereka yang notabene adalah anak orang berada. Bahkan acapkali kami sering minta tolong untuk dianter ketempat orangtua yang rumahnya memang sangat jauh dari keramaian. Tuk sekedar minta syarat-syarat dupa dan kembangnya. Maka terbentuklah sekte kita berdua, Enthy dan Nyoto n the geng.

Kadangkala pada saat temen-temen Enthy ada masalah dan berakhir dengan pertengkaran, maka tak segan mereka mengajak kita berdua. Dan ujung-ujungnya lumayan kami dapat menikmati dan bergabung dengan pesta mereka, karena sebagai balas jasa maka mereka akan menjamu apa saja.

Setelah berlangsung beberapa lama, akhirnya keapesan Enthy pun tiba. Tepat pada malem satu Syura yang kebanyakan dari orang Jawa digunakan sebagai hari pensucian diri, yaitu ada yang tirakat, ada juga yang tapa mbisu (berpuasa dan diam tanpa bicara), dan masih banyak lagi lelaku yang ada. Namun justru malem itu lah Enthy tanpa sadar harus melakukan tindak yang dilarang. Habis sudah riwayat Enthy…..

Selanjutnya kenyataan yang harus Enthy hadapi adalah Enthy menjadi anak pingitan, yang hanya boleh keluar kalau sedang mengaji saja. Namun justru dari sinilah temen-temen Enthy malah makin bersimpati, kalau ada kesempatan selalu menanyakan keadaan Enthy. Mengajipun Enthy gunakan buat belajar tentang Tariqat, meski tak pernah ada niat Enthy untuk menghilangkan Syariatnya. Tetep hasrat Enthy tuk belajar tentang kehendak dari benak sebelumnya terpenuhi juga. Namun kali ini bener-bener didasarkan atas ajaran kesederhanaan, bukan kesombongan dan sok sok’an. Maaf temen-temen kali ini Enthy agak serius yach… [uth]