Mendengarkan lagu dolanan(mainan) “jamuran” membuat saya teringat masa-masa kecil dulu, saat bocah-bocah kecil seusia saya berkumpul yang biasanya dilakukan pada malam hari, malam bulan purnama. Sebenarnya banyak mainan yang kami lakukan, ada gobak sodor, ada cublak-cublak suweng, juga ada cangkriman…
Kali ini coba share mengenai jamuran
Jamuran adalah permainan yang dilakukan umumnya lebih dari 4 anak. Idealnya sekitar 10 anak. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan bantu kecuali hanya tanah lapang atau halaman yang cukup luas. Pertama-tama yang kami melakukan ‘hompipah’ untuk menentukan pemenang dan yang ‘dadi’ (jaga). Anak yang kalah akan menjadi pemain ‘dadi’. Ia berposisi di tengah, sementara anak lain mengelilinginya sambil melingkar dan bergandengan tangan. Sambil mengelilingi dan bergerak memutar itu kami juga menyanyikan sebuah lagu secara bersamaan (koor), lagu jamuran tersebut lirycnya adalah sebagai berikut
- jamuran, ya ge ge thok jamur apa, ya ge ge thok jamur gajih mbejijih sak ara-ara, semprat-semprit jamur apa…?
Setelah kalimat itu dinyanyikan kemudian yang dadi-jaga menyebutkan nama sebuah jamur, bisa jamur parut, jamur barat atau jamur lot kayu. Misalnya yang disebut jamur lot kayu, maka pemain yang mengelilingi tadi segera berlarian mengambil posisi mendekati barang barang yang terbuat dari kayu lalu dipeluknya. Nah jika ada anak-anak yang kebingungan dan tak segera mendapatkan kayu sebagai bahan pelukannya, mereka itulah yang menjadiu target yang “dadi” untuk ditangkap. Apabila telah tertangkap maka gantian yang menangkap itu yang jaga.
Jamur parut, saat itu disebutkan oleh yang “dadi” maka peserta lain mengambil posisi mengangkat kaki sebelah dengan catatan harus diam tak bersuara apalagi tertawa. Disini sebagai sasaran sang “dadi” adalah telapak kaki, telapak kaki tersebut bakalan digelitikin oleh yang “dadi” (jaga), jika yang digelitikin geli dan nggak bisa menahan suara apalagi ketawa maka dia gantian jaga.
Begitu seterusnya…
Banyak yang dapat saya petik dari permainan seperti jamuran tersebut.
Pertama menyangkut pembelajaran tingkat wawasan dari yang “dadi”, apabila tak banyak pengetahuan utamanya mengenai jamur maka akan sangat lama dia menyebutkan jamur yang bakalan diperankan oleh sebagian temen yang sekaligus menjadi target operasi selanjutnya.
Dari sini pula dapat diambil pelajaran mengenai pergaulan sosial, tidak boleh egois, harus cekatan, banyak akal, dan tidak boleh cengeng.
Jamuran berasal dari kata dasar “jamur”. Jamur hanyalah tanaman yang tumbuh dan berkembang dari udara yang lembab, kadangkala keberadaan jamur cuma diasumsikan sebagai sosok pengganggu. Namun pada jenis jamur-jamur tertentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri, bisa sebagai bahan sayuran atau bahkan ada satu jenis jamur difungsikan sebagai bahan pokok obat-obatan.
Serupa dengan kita manusia yang teronggok laksana jamur didunia ini. Mau memposisikan diri dimana dan akan tumbuh berkembang sebagai jamur apa adalah satu pilihan bagi kita.
Kita bisa saja memposisikan diri sebagai jamur yang hanya berfungsi sebagai gulma. Artinya, jenis jamur ini hanyalah selalu mengganggu keberadaan kehidupan yang lainnya. Atau kita akan memilih sebagai jamur merang yang bisa dijadikan bahan pokok sayuran… Inilah pilihan kita
Jamur kebanyakan muncul dari tempat yang basah atau lembab juga kotor (kecuali kalau dibudidayakan lho). Seirama dengan kita diciptakan berujud manusia. Menurut kepercayaan yang saya yaqini kita ini berasal dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Mereka berdua diturunkan ke bumi ini adalah sebagai buah dari perbuatan mengingkari kesepakatan dengan Tuhan karena telah memetik buah terlarang, buah Quldi. Apapun argumen yang ada itu yang mungkin saya harus pahami. Saya sebagai manusia keturunan Adam ternyata awal tumbuh didunia juga dari perbuatan kotor. Disini saya tak mewajibkan teman-teman untuk sependapat dengan saya, apabila ada dari temen-temen tercintaku lain berteori sebagaimana “teorinya mBah Darwin” pun saya persilakan.
Inilah hidup kita sebagai manusia laksana jamur itu berada, tak lama begitu tumbuh berkembang lalu mati, bisa saja matinya kita bermanfaat bagi orang lain, namun tak menutup kemungkinan kita hanya hidup sebagai jamur yang tumbuh berkembang dan lalu mati tanpa meninggalkan jejak apalagi manfaat bagi dunia kehidupan yang kita lalui.
Akan lebih celaka apabila kita hanya seperti jamur pakaian. Jamur yang tumbuh tersembunyi (didalam lemari misalnya) dan tanpa mau berbaur pada dunia luar.
Masih banyak jenis jamur didunia ini, menyangkut tingkat fungsiguna dan jenisnya kita dapat pelajari. Lalu pertanyaannya pada jawaban pilihan ganda yang tersedia adalah terserah pada kita juga. Jawaban jamur A, Jamur B, Jamur C, Jamur D,dan Jamur E ada pada tingkat pemahaman perjalanan hidup kita… [uth]
Bagi temen-temen yang berkenan mendengarkan lagu ini silahkan ceklik STAR pada playlist diatas
________________
Illustrasi: jamur tiram


















