PAGUYUBAN JATHILAN Bekso Kyai Janti  dan Sanggar Ngrenas yang base-camp serta sekretariatnya beralamat di pedukuhan Janti, desa Jatisarono, kecamatan Nanggulan, kabupaten Kulon Progo berkesempatan mementaskan kesenin tari dan juga jathilan alias kuda kepang.*Jathilan Putri Bekso Kyai JantiKarena bertempat di sekretariat, maka acara ini tentu dihadirkan kepada masyarakat sekitar dan juga untuk mempersembahkan yang terbaik kepada warga pecinta seni, baik yang ada di lingkungan pedukuhan Janti ataupun lingkup yang lebih luas darinya. Mendapat dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Kulon Progo melalui dinas kebudayaannya, acara ini berhasil dihelat tanpa kendala suatu apa. Bahkan yang sejatinya telah masu musim hujan, namun kali ini juga tak ada air hujan yang mengguyur dan membubarkan penonton.Gambar: pic.ikanmasteri.comDihelat pada hari Minggu tanggal 15 November 2015, pentas gelar budaya kesenian tari jathilan berhasil menyajikan budaya terbaik kepada masyarakat. Terbukti dengan membanjirnya khalayak dalam menikmati pentas seni ini. Dari dimulainya acara hingga selesai jelang Maghrib, lebih dari 1000 penonton hilir-mudik menyaksikan beberapa atraksi pertunjukan yang dipersembahkan oleh putra-putri sanggar Ngrenas dan juga paguyuban jathilan BKJ.Dalam penampilannya, bahkan wiyaga dan para pengrawit, alias penabuh gamelan dan alat musik, juga tampak kompak. Bukan saja kompaknya seragam pakaian yang mereka kenakan, namun juga kompaknya dalam menabuh alat musik hingga tercipta harmoni. [xixii]*Pengrawit Jathilan BKJ*) Credit Photo: Yoga Pratama
Bertempat di Aula Adikarto (Gedung Kaca), Wates, Kulo Progo, pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2015 sebanyak 35 kepala desa dilantik oleh  Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo.  Mereka yang dilantik ini adal;ah kepala desa terpilih pada saat diadakan pilkades serentak pada tanggal 20 bulan September 2015 lalu, yang satu di antaranya adalah PS Joko Parikenan, putra pedukuhan Janti Kidul XII sebagai kepala Desa Jatisarono. Dengan demikian, masa jabatan kepala desa ini adalah enam tahun tertanggal dilantiknya tersebut.Selain dihadiri pihak kades terpilih beserta keluarga dan pamong desa bersangkutan, acaraa pelantikan itu dihadiri pula oleh Forkorpimda, Camat, dan Kepala SKPD terkait.[Baca juga: PS Jaka Parikenan: Kepala Desa Jatisarono Terpilih Periode 2015 - 2021] Dalam sambutannya dr. Hasto Wardoyo menyampaikan selamat kepada semua pihak yang telah mensukseskan proses pilkades, dan juga ucapan terimakasih kepada mantan kades yang telah mengabdi dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. Pilkades serentak di 35 desa se-Kabupaten Kulon Progo tersebut adalah pilkades pertama yang dilaksanakan berdasar UU No. 6 tahun 2014 tentang desa. Dengan total calon kades sebanyak 117 di 35 kursi.  Pada akhirnya dari 35 kursi tersebut, sebanyak 12 orang adalah mantan kades, 2 orang adalah anggota BPD, 2 orang adlaah perangkat desa, 2 orang lagi merupakan PNS, sedangkan dari tokoh masyarakat berjumlah 17 orang.  [Baca juga: Muji Nugroho Memimpin di TPS IX Janti, Terpaut 10 Angka dengan Calon Kepala Desa Terpilih: PS Jaka Parikenan] PS Joko ParikenanPS Joko Parikenan sebagai kepala desa terpilih di wilayah desa Jatisarono kecamatan Nanggulan ini adalah putra Janti yang pendidikannya pun dimulai dari pedukuhan setempat, yaitu TK dan kemudian SDN Nanggulan II. Sebelum melanjutkan ke pendidikan jenjang tinggi di Universitas Sanaat Dharma Yogyakarta, beliau juga sempat mengenyam pendidikan di Seminari. Namun pada akhirnya tetap teguh untuk kembali ke kampung halaman, membangun desa tanah kelahirannya. Kini, setelah menjabat sebagai kepala desa, beliau tentu memiliki tanggungjawab yang tak enteng. Karena musti mengemban amanat terhadap warga, dan melangkah berdasar aturan yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam UU no 6 tahun 2014 tentang Desa. Sehubungan dengan Undang-undnag yang di dalamnya berisi menegnai tata kelola keuangan desa, maka seiring era modernisasi ini dituntut pula untuk melakukan peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM dalam hal tata kelola dan administrasi keuangan serta IT.    Hal ini dilakukan kepala desa itu tak lain demi kelancaran sendiri dan bersama, khususnya demi menghindari salah-pengelolaan.   Training peningkatan kapasitas perangkat desa harus diselenggarakan.Selamat atas pelantikan ini, selanjutnya diharapkan Bapak Paulus Sosiandaru Joko Parikenan bisa meningkatkan taraf hidup warga Jatisarono, melanjutkan program sebelumnya dan membuat gebrakan baru, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat desa terkait, maupun dengan kepala desa dan jajaran perangkat desa di lingkungan Kulon Progo lainnya. [xixii]
PEMILIHAN kepala desa di sejumlah desa wilayah kabupaten Kulon Progo telah purna dilaksanakan pada hari Minggu Pahing 20 September 2015. Sebanyak 35 desa secara serentak melakukan pemungutan suara dari pukul 7.00 pagi dan ditutup pada pukul 13.00 siang harinya.JANTI yang kali ini dijadikan satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) mengambil tempat di kediaman Bapak Dukuh Janti Kidul XII, Dul Takim. Artinya, baik warga Janti Kidul XII ataupun Janti Lor XI dalam melaksanakan pencoblosan gambar calon kepala desa pelaksanaannya hanya di satu tempat tersebut.    Pelaksanaan pemungutan suara itu berjalan lancar tiada halangan suatu apa, petugas KPPS juga cukup membantu berlangsungnya acara. Hingga pada akhirnya, setelah penutupan TPS, yaitu pukul 13.00, tak lama kemudian langsung dilakukan penghitungan suara yang dilakukan oleh petugas dan disertai pula oleh para saksi yang telah dihadirkan sejak dari pagi.Janti yang berlaku menjadi TPS bernomor IX dengan rincian perolehan suara adalah sebagai berikut;Sapto Hari                         : 5Muji Nugroho, SE            : 197 Arif Budi Santoso, Amd  : 73 PS Jaka Parikenan, SE   : 187Jumlah Suara Sah sebesar                : 462Jumlah Suara Tidak Sah sebesar      : 3Jumlah Pemilih Hadir                       : 465 Jumlah Pemilih Tidak Hadir             : 83Jumlah Pemilih Tetap                       : 548 Jumlah Pemilih Tambahan               : 0 Jumlah Pemilih Tetap + Tambahan  : 548Dengan melihat secara detil hasil rekapitulasi di atas, Muji Nugroho yang bernomor urut 2 mampu memimpin perolehan suara dengan jumlah 197, sedangkan calon kades terpilih sejatinya hanya terpaut selisih 10 angka yaitu di angka 187.     Untuk rival terdekat Jaka Parikenan, yaitu Arif Budi Santoso yang bernomor urut 3 mengantongi suara sejumlah 73 angka, sementara Sapto Hari dengan nomor urut satu mendapatkan jumlah suara sebanyak 5.Mencermati angka-angka di atas, maka akan diperoleh jumlah suara yang masuk adalah 462.    Guna mencermati lebih lanjut, silakan clik juga gambar terlampir yang berwarna-warni itu, karena selain bisa mengamati rekapitulasi di TPS IX Janti, kita pun akan bisa mencermati hasil perolehan suara di wilayah lain dari TPS 1 hingga TPS 8, beserta rincian jumlah suara lainnya, baik sah ataupun tidak sah, hadir ataupun tidak hadir. [uth]Rekapitulasi Pilkades Jatisarono Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta
Minggu Pahing 20 September 2015 menjadi hari H pemilihan Kepala Desa --secara serentak-- di beberapa desa wilayah Kulon Progo. Dan untuk wilayah Nanggulan, selain desa Kembang dan desa Donomulyo, desa Jatisarono adalah salah satunya. Bertempat di Pendopo Desa Jatisarono, pada sore hari, tepatnya pukul 15.53, panitia pemilihan kepala desa wilayah Jatisarono, telah menyatakan bahwa kepala desa terpilih periode 2015 - 2021 adalah kandidat dengan nomor urut 4 atas nama Paulus Sosiandaru Joko Parikenan.Hal tersebut dinyatakan panitia setelah pada waktu sebelumnya melakukan penghitungan suara di tiap tempat pemungutan suara yang totalnya berjumlah 9 TPS, terdiri dari 12 pedukuhan. Dan kemudian dilaporkan dan dihitung kembali di balai desa tersebut.[Baca juga: Muji Nugroho Memimpin di TPS IX Janti, Terpaut 10 Angka dengan Calon Kepala Desa Terpilih: PS Jaka Parikenan]PS Joko Parikenan (kades terpilih) bersama Panpilkades dan aparatTransparansi dan azas keterbukaan dilaksanakan pada rekapitulasi tersebut, bahkan masyarakat awam juga bisa langsung menyaksikan hasil akhirnya.Usai pengumuman nama calon terpilih, kandidat yang unggul langsung diberikan selamat dan kemudian dipersilakan untuk berdiri di depan guna menyampaikan sambutan serta rasa syukur atas amanat yang dilimpahkan kepadanya.Ketika berdiri di depan, saudara PS Joko Parikenan sebagai sosok kades terpilih tak henti-hentinya mengucapkan rasa terimakasih mendalam kepada berbagai pihak, baik masyarakat yang memilih pun yang tidak, kepada rekan sesama kandidat, serta ucapan terimakasih kepada panitia pemilihan kepala desa. [uth]Silakan Clik Gambar untuk Memperbesar Hasil Rekapitulasi
Selembar kertas yang baru saja diterima beberapa hari menjelang diselenggarakan pencoblosan dalam rangka pemilihan kepala desa di wilayah Desa Jatisarono cukup unik untuk dibaca. Pasalnya ada hal yang bisa dikatakan janggal antara judul tulisan di kop bagian atas dan isi yang tertulis di bagian awal kalimatnya.Bagaimana tidak, ketika membaca di bagian atas, maka di sana ada kalimat yang jika dibaca akan berbunyi "Surat Pemberitahuan," akan tetapi justru ketika masuk pada kalimat awal di lembaran kertas ini, maka yang terbaca adalah sebuah kalimat yang memuat kata perintah-permintaan, yaitu "mengundang."Baiklah, lupakan hal di atas, dan alangkah baiknya jika kita melanjutkan kalimat yang ada di bawahnya. Bahwa lembaran kertas itu ternyata adalah sebuahs surat yang bisa dikatakan sebagai "surat pemberitahuan," akan tetapi sah juga apabila ditengarai sebagai "Surat Undangan." Dikatakan sebagai surat undangan karena memang berisi permintaan kehadiran guna melakukan pencoblosan dalam rangka pemilihan kepala desa Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo. Sedangkan dibilang surat pemberitahuan, pasalnya di sana tertera juga mengenai tempat dan waktunya.Untuk warga Janti (baik Janti Lor XI ataupun Janti Kidul XII) yang telah memiliki hak pilih berhak memperoleh undangan tersebut dan selanjutnya mendatangi tempat pemungutan suara yang telah ditentukan, yaitu di kediaman Dukuh Janti Kidul XII, Bapak Dul Takim. Waktunya adalah hari Minggu Pahing, 20 September 2015, dibuka pada pukul 7.00 dan berakhir pada pukul 13.00 WIB.Warga pedukuhan di wilayah Janti, baik Janti Kidul XII ataupun Janti Lor XI disediakan tempat untuk melakukan pemungutan suara di TPS 9. Dengan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara tak lain adalah Dukuh Janti Kidul XII, Dul Takim. Janti menjadi kampung yang agak berbeda karena terdapat dua kandidat yang pada pilkades kali ini yang berasal dari Janti, yaitu nomor urut 2 atas nama Muji Nugroho dan juga nomor urut 4 yang bernama PS Jaka Parikenan.    Muji Nugroho merupakan sosok tak asing bagi masyarakat desa Jatisarono karena beliau memang adalah juga bagian dari staf perangkat desa Jatisarono, sedangkan Joko Parikenan tak jauh dari kehidupan para petani, pasalnya beliau adalah juga salah seorang yang aktif di Bagian Unit Distribusi Gabungan Kelompok Tani Karya Sejahtera Nanggulan.Sedangkan dua orang lain yang menjadi pilihan dalam pencoblosan itu, yang bernomor urut 1 adalah Sapto Hari yang merupakan warga Pedukuhan Nanggulan, sedangkan Arif Budi Santoso adalah kandidat bernomor 3 yang merupakan warga pedukuhan Soronanggan.  Perlu diketahui, bahwa pesta demokrasi di TPS 9 wilayah Desa Jatisarono ini sejatinya adalah satu bagian dari hajatan pilkades (pemilihan kepala desa) secara serentak di sejumlah 35 desa se kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. [uth]
Berdasarkan catatan dari Panpilkades (Panitia Pemilihan Kepala Desa) Jatisarono tahun 2015, terkutip bahwa ada empat kandidat yang mendaftarkan diri untuk berkompetisi dalam ajang pesta demokrasi pemilihan kepala desa wilayah Jatisarono kecamatan Nanggulan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Sejatinya ini merupakan ajang pesta demokrasi yang digelar serentak di wilayah kabupaten Kulon Progo, karena bukan saja desa Jatisarono yang hendak mengadakan pemilihan kepala desanya. Namun juga lebih dari tiga puluh desa lainnya. Untuk wilayah kecamatan Nanggulan bukan saja Desa Jatisarono yang melaksanakan pemilihan kepala desa ini, melainkan ada tiga desa lain, yaitu Desa Kembang, Desa Donomulyo, dan juga Desa Banyuroto.Empat kandidat yang resmi telah terdaftar  dan penentuan nomor urut juga telah dilaksanakan itu masing-masing adalah sebagai berikut;Nomor 1: Sapto HariNomor 2: Muji NugrohoNomor 3: Arif Budi SantosoNomor 4: PS Joko ParikenanDari keempat kandidat yang maju mencalonkan diri sebagai kepala desa tersebut, terdapat dua kandidat yang berasal dari pedukuhan Janti. Yaitu Muji Nugroho yang benomor urut 2 adalah Janti Lor XI, dan PS Joko Parikenan dari Janti Kidul XII namun kini telah bermukim di sebelah barat kantor Desa Jatisarono.Berkaitan dengan hari H pelaksanaan pencoblosan --yaitu Minggu Pahing 20 September 2015-- para kandidat yang maju mencalonkan diri itu juga diberikan kesempatan untuk melakukan kampanye, termasuk menyebar dan menempelkan poster dan alat peraga lain di sepanjang wilayah Desa Jatisarono yang terdiri dari 12 Padukuhan.Waktu untuk penempelan dan penyebaran alat peraga tersebut dijadwalkan mulai malam Senin Legi memasuki tanggal 14 September 2015 dan dilakukan selama 3 x 24 jam. Demikian rangkaian aturan itu harus dipatuhi oleh segala pihak demi menjaga kelancaran bersama. [uth]
17 AGUSTUS sebagai hari kemerdekaan Indonesia, hari terbebasnya Indonesia dari cengkraman penjajahan. Dalam memperingati hari kemenangan tersebut berbagai kalangan masyarakat di seluruh pelosok nusantara juga merayakannya dengan banyak cara, baik sekedar permainan, perlombaan ataupun gelaran pertunjukan. Semua ada demi keceriaan bersama.Begitu pula dengan masyarakat di pedukuhan Janti, baik Janti Lor XI ataupun Janti Kidul XII, diinisiasi dan diprakarsai para pemuda yang tergabung dalam kelompok "Remaja Mekar" --dengan ketua panitia adalah saudara Tomi-- maka diadakan pula acara penyambutan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 tersebut.  Acara yang digelar Remaja Mekar antara lain adalah jalan sehat, lomba dan permainan, sementara penutupannya adalah pertunjukan orkes orgen tunggal. Dengan persiapan yang telah dilakukan oleh para remaja, dipilihlah lokasi SDN Nanggulan II sebagai pusat acara dan kegiatan. Sehingga di tempat itu dibangun pula sebuah panggung sederhana sebagai spotnya.Dimulai acara awal adalah pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2015 pukul 14.00 WIB. Yaitu dengan menggelar perlombaan bagi anak-anak, dari yang terkecil hingga usia Sekolah Dasar ataupun usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).Pada malam harinya kemudian para remaja panitia peringatan HUT RI tersebut berlanjut mempersiapkan acara esok hari Minggu 16 Agustus 2015, berupa kegiatan jalan sehat dengan peserta seluruh masyarakat Janti Lor dan Janti Kidul. Rute jalan sehat itu sendiri adalah menjelajahi sepanjang jalan dari SDN II berputar menuju arah selatan dan menyusuri ruas-ruas jalan sepanjang wilayah Janti Kidul menuju arah Janti Lor, sampai dengan seputar lokasi pasar Nanggulan kemudian kembali ke selatan menyusuri jalan raya yang mengarah ke spot awal. Usai acara tersebut, dan setelah beristirahat sejenak, maka dilanjutkan dengan acara perlombaan bagi ibu-ibu dan remaja. Hingga pada akhirnya sampai pada acara terakhir, yaitu hiburan organ tunggal. Di mana seiring digelarnya pertunjukan tersebut diumumkan pula beberapa pemenang perlombaan beserta pemberian hadiahnya. Berlaku sebagai MC alias pembawa acara adalah Diandi, Ari (Senthir), dan juga Ayu.Puncak acara adalah pengumuman pemenang undian yang berhadiah sepeda. Dan yang jatuh sebagai pemenangnya adalah saudara Sidiq-Perot, warga Janti Lor XI yang sekaligus ketua pengurus paguyuban Jathilan Bekso Kyai Janti. [uth]Gambar ilustrasi: facebook Singgih Janti Sell & Admin Jantixixii.Com
JATHILAN Beksa Kyai Janti menjadi salah satu paguyuban kesenian yang kembali diundang pihak pemerintahan, dalam rangka gelar budaya wilayah Nanggulan.   Tepatnya pada hari Minggu 26 Juli 2015, Paguyuban Beksa Kyai Janti tampil dalam acara gelar budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, yang bekerjasama dengan pemerintah Desa Jatisarono.Bertempat di pelataran depan pendopo kecamatan Nanggulan, berlangsung beberapa pertunjukan kesenian. Di mana setelah tampilnya kelompok campursari, siang itu langsung dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian jathilan yang ditampilkan kelompok jathilan Bekso Kyai Janti.[Baca juga: Barongan dan rewo-rewo topeng jathilan] Berbekal dana keistimewaan, maka diselenggarakan pula pagelaran seni di wilayah Kulon Prog, yang salah satunya berlokasi di wilayah Kecamatan Nanggulan. Sebagaimana terpaparkan pada halaman situs pemerintah kecamatan Nanggulan, pagelaran budaya ini dimaksudkan sebagai wujud hiburan masyarakat yang sekaligus menjadi ajang dalam memfasilitasi dan memberi ruang terhadap para pegiat seni. Harapannya, dengan pagelaran kesenian ini berbagai lapisan masyarakat, khususnya pegiat seni, bisa semakin termotivasi untuk tetap menggiatkan dan memperkenalkan tradisi lokal yang penuh kearifan. Sehingga akan terus terpelihara dan jauh dari arah kepunahan. []Sumber Rujukan:[1] PENTAS BUDAYA DESA JATISARONO DAN DESA BANYUROTO; nanggulan.kulonprogokab.go.id, Diakses pada28 Juli 2015[2] Gambar ilustrasi; nanggulan.kulonprogokab.go.id, Diakses pada28 Juli 2015
Puasa Ramadan telah usai, dan 1 Syawal Idul Fitri telah resmi ditetapkan oleh pemerintah pada hari Senin 28 Juli 2014. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idul Fitri 1435 pada pagi hari pertama bulan Syawal (1 Syawal), beberapa warga juga bertandang ke makam leluhur mereka.Komplek Pemakaman JantiIdul Fitri tak lagi dipandang sebatas sebagai perayaan umat muslim, lantaran silaturahmi antara satu dengan lain warga memang juga sudah menjadi tradisi dalam berlebaran Idul Fitri. Siapapun saling berkunjung dan lalu bersalaman sebagai tanda perawatan tradisi silaturahmi sekaligus momen bermaaf-maafan. Baik itu sebagai ikatan satu saudara, satu handai taulan, tetangga, ataupun sebagai sesama manusia.Lebih dari itu, tradisi bersilaturahmi juga dilakukan oleh sebagian warga terhadap para leluhur yang telah mendahuluinya. Yaitu dengan memperlihatkan geliat mereka bertandang ke area pekuburan Janti.Sedari pagi bahkan juga malam hari, kompleks Masjid memang dipenuhi oleh umat muslim. Yaitu guna mengumandangkan kebesaran nama tuhan, takbir, dan juga menunaikan ibadah Sholat Ied. Sementara pada pagi itu pula, beberapa warga non muslim (nasrani -red) juga menjalankan ibadah di Gereja. Selepas sama-sama menjalankan ibadah, mereka juga menyempatkan diri pergi ke kompleks makam Janti, sehingga setiap pagi hari 1 Syawal keadaan makam pastilah sedikit ramai ketimbang pagi biasanya.Kunjungan ke komplek pemakaman tersebut, selain sebagai simbul silaturahmi terhadap para saudara leluhur yang telah mendahului, juga dimaksudkan sebagai niat berbagi. Tak lain adalah berbagi kesenangan, yaitu berujud ziarah serta mengirimkan doa.Tak pelak setiap warga yang berada di komplek pemakaman juga saling bersalam-salaman, tentu masih dalam nuansa berlebaran. Saling melempar senyum dan saling bermaaf-maafan. [uth]
Surat pemberitahuan (undangan) pemungutan suara dlaam rangka pemilihan presiden tahun 2014 telah disebar 5 hari jelang hari H pemilu pilpress 9 Juli 2014.Untuk tempatnya masih sama persis dengan pemilu legislatif beberapa bulan lalu. Warga pedukuhan 11 Janti Lor bisa mendatangi TPS 11 yang bertempat di kediaman Bapak dukuh Moh Basri, sementara untuk pedukuhan 12 Janti Kidul warga bisa menggunakan hak pilihnya di TPS 12 yaitu di rumah Bapak Dukuh Dultaqim.Saat hari H pemungutan suara, pukul 7:00 pagi telah dibuka, dan ditutup tepat pada pukul 13:00 WIB.Warga dua pedukuhan Janti, baik Janti Lor maupun Janti Kidul cukup antusias dalam menggunakan hak pilihnya. Dua kandidat calon presiden -yaitu nomor utut 1 Prabowo Subiyanto dan nomor urut 2 pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla- menjadi pilihan mereka. Hingga penutupan pada pukul 13:00 tak terjadi antrian, dan berjalan lancar.Tak berselang lama penghitungan suarapun langsung dilakukan. Dimana Jokowi unggul di TPS 11 dan 12 Janti Jatisarono Nanggulan Kulon Progo.Untuk TPS 11 Janti Lor, pasangan Prabowo - Hatta mendapatkan 86 suara, dan  pasangan Jokowi - JK memperoleh 140suara. Sementara di TPS 12 Janti Kidul pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 99suara, dan pasangan Jokowi-Jusuf Kala mendapatkan 148suara.Berdasarkan data, jumlah pemilih tetap di Janti Lor XI ada 276jiwa, sedangkan jumlah pemilih tetap di Janti Kidul XII adalah 278 jiwa. Maka jika dilihat dari data itu, dapat diketahui bahwa jumlah yang abstain di TPS 11 ada 50, sementara yang abstain di Janti XI sebanyak 31.Untuk lebih jelasnya silakan klik dan lalu amati gambar terlampir. [uth]Data pilpres 2014.
Copyright © 2008 - | Maztrie van Ikanmasteri